Ai arga do hamu ditobus : Dibahen i pasangap hamu ma Debata marhitehite dagingmuna dohot marhitehite tondimuna; ai Debata do nampuna i; 1 Korint 6, 20

Ini bukan tentang tebusan yang harus dibayar karena seseorang memecahkan barang di etalase itu; bukan juga denda yang harus dibayar seseorang karena anaknya mencuri ayam di kampung itu. Apalagi bukan seperti dana yang harus dikeluarkan seorang caleg untuk memenangi pemilihan umum. Ini jauh lebih berarti tentang hidup dan matinya seorang Yesus untuk menyelamatkan hidup manusia.
Konon di tradisi orang Batak, ada praktek jual beli “hatoban” atau budak, yang diperdagangkan tidak berbeda dengan komoditi bumi, garam dan gula misalnya. Karena seseorang biasanya tidak bisa membayar hutangnya, maka dia terpaksa membayarnya dengan menjual anak-istri atau dirinya sendiri. Dan ada orang yang selalu mampu membeli “manusia” ini, untuk dijadikan budak atau pelayannya. Pastilah orang itu bukan orang merdeka, karena ia, selama tidak dapat membayar lunas hutang-hutangnya akan tetap menjadi hamba dan orng terjajah kebebasannya.
Penebusan Kristus – melalui kematian dan kebangkitan-Nya – mengingatkan kita “harga” yang harus dibayar Tuhan kita untuk membebaskan dan memerdekakan kita. Penebusan Kristus membebaskan kita dari belenggu dosa dan keterikatan akan kuasa maut, dibayar lunas, nas. Dia tidak meminta apa pun dari kita, selain memakai tubuh dan jiwa kita untuk percaya dan memuji dia. Memakai segala yang Dia berikan hanya untuk kemuliaan-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s