Nuaeng ma jumpang tingkina, asa diuhum portibi on; sipabalion ma nuaeng raja ni portibi on; Johannes 12, 31

Rabu Abu pada awalnya di tujukan untuk persekutuan yang mempersiapkan rangkaian Paskah. Abu mengingatkan kita tentang kefanaan dan kematian kita, “.. sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” (Kej. 3, 19). Hal ini mengarahkan orang percaya pada satu waktu pengendapan dan perenungan menuju pertobatan, dan tentang penantian pembaruan yang diberikan Roh Allah melalui kematian dan kebangkitan Kristus.

Tentang pengadilan dan peradilan Allah atas dunia ini akan terwujud pada penghakiman Allah yang terakhir, melalui kemenangan-Nya atas maut; dan itu sudah diawali dengan kebangkitan-Nya mengalahkan maut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s