Di ari na sasada i, tailihonon ni jolma ma sitompa ibana, jala berengon ni matana ma na badia ni Israel; Jesaya 17, 7

Tak pernah lagi memandang seperti ini? Tak pernah lagi terlintas di pikiran bahwa Allah adalah sang Pencipta dan Pemberi hidup. Hidup kita terlalu banyak disilaukan dan dicekoki oleh segala sesuatu yang kelihatannya lebih menarik hati kita untuk tinggal disini. Tapi ternyata ada waktu dan kesempatan dimana akan terbuka mata kita untuk memandang sesuatu yang sebenarnya jauh lebih menarik dan menghidupkan.
Atau sebaliknya, kesusahan hidup dan sulitnya membangung kerja yang sukses, sehingga kita terpuruk dan lain-lain kerumitan hidup membuat mata kita tertutup untuk pertolongan dari sang Kuasa. Hati dan hidup kita terpaku hanya pada penderitaan dan kesusahan ini, tak sekali pun kita teringat akan jalan dari Tuhan.

Tapi itu sebenarnya perlu. Darah dan air mata ini akan membasuh mata kita sehingga kita bisa dengan jelas sekarang melihat pertolongan dari Allah yang hidup itu. Itulah sumber kehidupan, sumber semangat dan vitalitas rohani kita untuk tetap berpengharapan. Kejadian yang sama dengan orang Israel pada waktunya akan melihat “pada hari itu” kemuliaan Tuhan, kekudusan Allah raja Israel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s