Ale Debata, sai pasuang ma hami, jala pasihar bohiM, asa malua hami; Psalmn 80, 4

Petani di Jorlang Huluan dan di Marihat Huluan sekarang memang sedang gundah, sebabnya sawah mereka tak memberikan hasil yang memadai. Panen lalu, habis sudah harapan panen yang baik karena hama tikus menyerangnya. Belum lagi besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli Urea, TSP; juga perawatan dan hmm.. biaya mar-babi sitiotio. Anda tahu kan, ini memang tradisi animisme yang menganggap bahwa tanah, sawah dan mina padi ada penjaganya. Karena itu memang “penjaga” itu harus diberikan persembahan untuk menyenangkan hatinya dan memberikan hasil yang baik, dst. dst. Karena berulang-ulang seperti ini, mereka jadi bingung jenis apa yang akan ditanam musim ini?
Kata orang ada padi baru jenis Rawit; namun mereka lebih suka menyebutnya si cerewet; mungkin karena berasal dari Pongkalan Dolok dan disana banyak orang cerewet. Bentuknya lebih kecil dari padi jenis lain, dan mungkin karena namanya memang rawit yang artinya lebih kecil dan lebih mungil. Iring-iringan doa berseliweran untuk memohon kepada Tuhan tentang keberhasilan panen, dan memberikan kehidupan kepada mereka. Karena katanya umurnya lebih singkat dibanding dengan jenis padi lainnya; tapi mereka memang belum mencobanya masih satu orang yang berhasil menanam dan panen; dan memang sepertinya panenan memberikan hasil menjanjikan.
Ah, Tuhan pasti sedang dan memang ingin para petani ini gembira dengan hasil panenannya. Inilah doa dan harapan sekarang, semoga Tuhan juga memberkati si cerewet.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s