Nunga mangungkor ahu sahat tu bona ni angka dolok, ransangransang ni tono on pe nunga tarsordak humaliang ahu ro di salelenglelengna. Alai dipanangkok ho ngolungku sian godung, ale Jahowa Debatangku; Jona 2, 7

Hari ini apa yang dilakukan orang Batak tidak dilakukan kebanyakan orang Indonesia. Maksud saya, bahwa hari ini mungkin ada perbedaan yang kentara antara teks Indonesia dengan Batak. Tapi kata “mangungkor”memang mungkin khas orang Batak. Dimana lagi ada pepatah “pajumpang di tano rara” kalau bukan di orang Batak, kalau berbicara tentang perkara, pengadilan dan urusan harta gono gini. Ranah mana lagi yang membicarakan “simbora gukguk duldul otik; mamora hita luhut, alai sumurung (ma antong) au saotik”. Juga entah ini prilaku kebanyakan suku, tapi masih banyak orang Batak menganggap hidup yang sebenarnya (mungkin maksudnya : pencaharian, kemapanan ekonomi) adalah dimulai dengan merangkak dari nol, nol besar. Artinya berangkat dari jualan cabe, jadilah cabe mulana. Jualan pisang, gaol mulana. Dslb.
Mungkin Yunus adalah orang Batak. Dia melarikan diri dari apa yang ditugaskan Allah kepadanya untuk memberitahukan kehendak Allah atas Ninive. Tapi, siapa yang tidak takut membawa kabar seperti ini, bahwa Tuhan akan membumihanguskan negeri ini. Akan meluluhlantakkan negeri penduduknya. Mungkin-mungkin sebelum kabar itu tuntas kita sampaikan, leher sudah dipenggal. Lain kalau membawa kabar baik, atau katakanlah di jaman ini membawa sembako. Hehehe, siapa yang tidak tertarik dan mau, untung-untung kecipratan untung. Atau sekadar mengunjungi satu daerah terpenci, sebagai tim sukses membawa seorang calon legislatif. Tapi ini, membawa amarah dan murka dari Tuhan pula..
Ia harus “mangungkor” menginap 3 hari 3 malam di perut ikan itu; akh pengalaman manusia mana ada seperti itu; seolah semua pintu gerbang untuk kembali ke bumi ini sudah tertutup selama-lamanya. Tapi Tuhan mengangkatnya, menghidupkannya lagi. Tuhan memungkinkan. Itulah Yunus. Seperti yang Anda tahu, kitab Yunus ini tidak berbicara apa-apa lagi selain kebesaran Allah Tuhan kita. Tuhan-lah pelaku utama, dan kitab itu sendiri adalah kitab perbuatan-perbuatan ajaib Allah kepada manusia dan bangsa-bangsa. Orang Indonesia, apalagi orang Batak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s