Haholongon salelenglelengna Hubahen manghaholongi ho, dibahen i Hutogutogu ho marhitehite asi ni roha; Jeremia 31, 3

Menurut teks ini ada kasih Allah yang menetap dan kekal, dan kasih itu dipakai-Nya untuk mengasihi orang yang percaya kepada-Nya. Kasih yang ditunjukkan sejak awal, dan kasih yang akan juga tampak di akhirnya. Hal ini tampak dalam pengasihan-Nya kepada Abraham, kepada Musa, dan kepada banyak hamba lainnya.
Kasih yang tampaknya tidak akan kita jumpai dalam diri manusia biasa. Tidak akan ditemui dalam tekenan kontrak sosial apalagi politik belaka. Mungkin benar itu, tidak ada yang menjadi kawan abadi, dan tidak ada pula musuh abadi. Yang ada hanyalah kepentingan abadi. Itulah kasih si manusia. Selama dia masih mengharapkan adanya bantuan dan keuntungan dari persahabatannya atau polemiknya dengan seseorang maka dia akan melakoninya.
Demikianlah Allah memberikan kasih-Nya dan ini ditunjukkan-Nya dengan pengasihan-Nya yang terus menerus; akh biarpun ditimpuk, didera dan disobek serta merta malala itu pun mungkin jalan Tuhan untuk mengurusi umatnya. Seperti kami, hari ini entah mimpi apa semalam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s