Jala masa huhut : Tagan so manjou dope nasida nunga mangalusi Ahu, manghatai dope nasida, nunga manangihon Ahu; Jesaya 65, 24

Semua ini terasa sangat dekat. Perkataan Allah yang disampaikan kepada umat-Nya terasa bergitu hangat menyentuh hati umat itu. Bagaimana tidak? Memang betul itu; sebelum kita tahu apa yang harus diucapkan, Tuhan sudah mengajari kita tentang apayang harus kita minta kepada-Nya. Bahkan masih kelu lidah untuk menyapa Dia, Tuhan sudah tahu apa yang sebaiknya diberikan kepada kita. Itulah doa. Jalan pertemuan kita dengan Tuhan kita.

Saya seringkali teringat waktu mengadakan sermon di Kantor HKBP Distrik V. Sering sebuah tema dibicarakan sangat sulit, bahkan terlalu sulit sehingga kelihatannya semua orang bungkam.sampai si moderator menunjuk sang doktor teologia untuk memulai diskusi barulah diikuti oleh peserta lainnya. Mungkin Tuhan mengajari orang-orang itu supaya bisa berbicara tentang firman-Nya.

Jadi teks ini berbicara tentang telinga Allah yang selalu terbuka disendengkan-Nya; mata-Nyayang selalu terbuka melihat apa yang menjadi kebutuhan umat-Nya bahkan sebelum orang sadar bahwa dia dipeihara hidupnya oleh sang Kuasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s