Jahowa do partanobatoanku dohot haporusanku, jala sipalua ahu, Debatangku. Sitiopanku, marhaposan tu Ibana do ahu, lombulombungku dohot tanduk ni partuaonku, haporusanku; Psalmn 18, 3

Andai Daud menyanyikan syair mazmur ini sekarng, pasti dia sedang menyanyikannya dengan penuh semangat dan tenaga. Sedikit waswas dan ragu akan pertahanannya dalam strategi perang yang sudah direncanakan, tapi akhirnya kembali yakin pada Tuhan sebagai benteng terakhir. Dan keyakinan kepada Tuhan semata ini tidak tergantikan dengan strategi perang apapun yang pernah difikirkan Alexander Agung untuk menaklukkan semua daratan Eropah; atau strategi Bonaparte menjadi kaisar disana. Atau bahkan taktik peperangan frontal yang dilakukan oleh Daud sendiri dengan kegemilangannya.

Anda tahu kan, di saat ketakutan yang sangat sangat dalam hidup kita, disitu ada kemungkinan keberanian yang dapat muncul mendadak. Keberanian seperti itu mungkin identik dengan nekat nekatan. Tapi, lebih dari itu Daud menempatkan Tuhan dalam kehidupannya. Ia berangkat dari keyakinan dan kepercayaan penuh akan Dia yang melepaskan hidupnya dari musuh-musuhnya.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s