Sai marhaposan tu Jahowa ma ho jala ulahon na denggan; Psalmn 37, 3a

Waktunya untuk percaya dan berbuat. Ini membutuhkan energi, dimana orang masih mempertanyakan keimanan kepada Tuhan. Di saat kemajuan dan kecanggihan peralatan komunikasi dan kelengkapannya seolah bisa menjawab segala kerumitan hidup. Kemajuan dan perangkat-perangkatnya yang dibawa serta itu seakan menggantikan kedaulatan Tuhan dalam mengatur hidup manusia, sehingga kepercayaan dan sedikitnya keyakinan kepada Sang Maha Kuasa itu semakin sirna, terganti dengan jawaban instan, cepat dan multitasking, dlsb.

Sampai disini ada benturan, oleh karena persoalan dan keruwetan hidup yang tak dapat dijaab hanya dengan hitung-hitungan mesin dan ultra komputasi macam apapun canggihnya. Tokh manusia itu tak bisa menghindari maut, perjalanan waktu yang memutihkan rambutnya dan banyak hal-hal pelik lainnya. Barulah manusia mulai lagi percaya akan adanya kuasa yang tidak terlihat, yang tak terbendung dengan pengetahuan mutakhir manusia. Barulah manusia tersadar ada kuasa ilahi yang melampaui segala penemuan manusia yang pernah ada.

Percaya dan yakin ini menyenangkan hati. Ia menjadi siraman hujan deras ditenah kerontang liku-liku jalan yang seperti tak tentu ini. Itulah rasa percaya kepada Sang Pencipta, yang menenteramkan hidup. Waktunya untuk percaya dan berbuat sekarang! Hari ini dan disini. Berbuat baik sebagai jawaban atas kebaikan Tuhan.
Baru diposting 16.09 Wib ini karena mati lampu, rusak pula communicator jadi sabar-sabar saja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s