Orang Yang Tak Berbelas (Kasihan.!!)

Syahdan, Petrus duduk terisak-isak karena sangat sedih hatinya di Paradeiso. 3 Hari yang lalu ibunya meninggal, tapi karena perangainya selama hidup api neraka menjadi bagiannya.
Mengapa engkau menangis anakku” tanya Tuhan kepadanya. “Duli Tuhanku, bagaimana mungkin hamba bisa tenang di surga ini sedang ibunda berada di tempat gelap itu” kata Petrus menunjuk ke neraka. “Tolonglah Tuhan, aku mohon tempatkanlah kami bersama disini”.
Dia tidak pantas di tempat ini”, kata Tuhan.
Tetapi Petrus terus saja mendesak Tuhan tentang permintaannya, dan dia terus mengatakan bahwa ibunya sebenarnya orang baik. Lalu Tuhan memanggil seorang malaikat, kemudian Dia memesankan supaya membawa ibu Petrus dari neraka itu. Seketika malaikat itu pun terbang ke bawah dan terus dilihat oleh Petrus. Ada jurang yang sangat dalam yang memisahkan tempat mereka itu. Malaikat itu tampak bercahaya, sehingga Petrus bisa melihat apa yang terjadi di neraka itu.
Kemudian dia mendengar ada suara yang menjerit-jerit dan kertak gigi. Hampir tidak tahan dia mendengar jeritan-jeritan miris itu. Walau demikian dia tetap berusaha melihat malaikat, takut kalau-kalau ibunya tidak ditemukan, karena ada begitu banyak orang disana.
Tiba-tiba dia melihat malaikat itu sekonyong-konyong bagai elang menukik menyambar mangsanya ke bawah, dan seketika kemudian terbang lagi ke atas. Ingin Petrus berteriak karena senang hatinya, sebab jelas sekali dia melihat bahwa yang dipeluk malaikat itu adalah ibunya. “Terimakasih Tuhan”, kata Petrus, “Sebentar lagi kami akan bersama disini”.
Rasa senangnya semakin menjadi, karena ada banyak orang yang berusaha menggantung ke ibunya ingin diselamatkan, dan Petrus menghitungnya ada 12 orang.
Tiba-tiba Petrus sangat terkejut. Seorang yang bergantung itu terjatuh lagi ke bawah dan terdengar jeritan yang sangat mengerikan. Lalu ia mendengar lagi ada suara-suara seperti orang berkelahi, “Tidak bisa, tak bisa” kata suara itu. Dan itu suara ibunya.
“Kasihanilah kami, biarkanlah kami ikut ke Paradeiso”, kata suara orang-orang itu memohon-mohon. Mengertilah Petrus apa yang terjadi. Ibunya tidak mau orang-orang lain itu juga selamat, lalu ibunya itu dengan sekuat tenaga dan beragam cara menjatuhkan mereka ke bawah.
Lalu Petrus menjadi marah, “Biarlah mereka ikut, Ibu”. Tetapi ibunya tidak perduli. Dia berusaha melepaskan pegangan tangan orang-orang yang bergantungan itu. Sampai, akhirnya tinggallah seorang lagi yang bergantungan ke lehernya. Malaikat itu sudah semakin dekat kepada Petrus. Ingin dia melompat-lompat karena senangnya. Sebentar lagi dia sudah akan meraih ibunya itu. “Kasihanilah aku ibu” kata orang itu memohon. “Tidak bisa!” teriak ibu Petrus, “Apa bedanya kau dengan mereka!? Pergilah, ke bawah itu, disitulah tempatmu patutnya!” katanya lagi sambil mengaiskan tangan orang itu. Dengan jeritan yang sangat memilukan terjatuhlah orang itu ke jurang yang dalam itu, dan itu semua tak lepas dari pandangan Petrus.
Tiba-tiba malaikat itu seperti terhenti. Kelihatannya tak sanggup lagi dia membawa perempuan itu. Tampak habis dayanya untuk terbang, seakan mau jatuh. Padahal tadi waktu membawa keduabelas orang itu, ibarat membawa kapas, seperti tak dirasakannya. Lalu dia menoleh dengan sendu kepada perempuan itu. Akh, tiba-tiba dia melepaskan pegangannya.
**

Menurut Anda apa yang terjadi kemudian? Bagaimana ibu Petrus dan malaikat itu? Selamatkah dia? Dimana Petrus?

Saduran “Hikayat Chistus Legenden” seperti dikutip dalam Almanak HKBP Tahun 1963, p. 145-7

Advertisements

2 comments

  1. Horas ma abanganda,
    ya setuju, tema-tema ini mudah2an selalu menggugah kita menjadi pelaku belas kasih kepada semua orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s