Ndang adong na badia tudoshon, ai ndang adong dungkon ni Ho, jala ndang adong partanobatoan, dungkon ni Debatangku; ;1 Samuel 2, 2

Satu hal yang sering dilupakan orang adalah kenyataan bahwa Allah sebenarnya sepanjang waktu dalam hidup kita mau memperkenalkan diri-Nya dan menjadi penolong bagi manusia. Ia turut bekerja dalam segala sesuatu, agar mendatangkan kebaikan bagi kita semua (Roma 8, 28). Ia hadir saat kita membutuhkan bantuan dan penghiburan atas kemelut hidup yang harus kita jalani setiap hari. Juga Ia tiba saat kita sedang dalam puncak kesuksesan kita, mengingatkan agar kita tidak terlena dalam euforia yang hendak mencari pujipujian untuk diri sendiri. Itu semua berasal dari Dia, yang menjadi sumber segala sesuatu dalam hidup.

Pengakuan Samuel ini juga mengingatkan kita betapa kita harus menghilangkan perasaan dan sikap keras kepala kita untuk mencari pertolongan, bantuan dari yang lain selain dari Allah sendiri. Cukuplah pengalaman ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada yang lain; tidak ada yang lain yang cukup berarti disamakan sebagaimana Allah menolong umat-Nya dalam hidup. Sikap “kepala kita” akan terbentur dengan Allah yang menjadi gunung batu dan kubu pertahanan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s