Nunga tung tangkas huboto, luhut na binahen ni Debata, i do na hot ro di salelenglelengna; ndang tarbahen jolma i manambai tusi, manang mangorui sian i, dibahen Debata pe songon i, asa mabiar jolma i mida Ibana; Pardjamita 3, 14

Membaca ayat-ayat kitab suci ini akan terasa lebih, atau seperti kata iklan lebih berasa. Ini menjadi suatu pukulan hebat, pukulan yang menohok tepat seperti si ibu mengusut kami sekeluarga karena katanya “masuk angin”. Tak pernah seperti ini. Belum pernah seperti kata mama si butet sampai berhari-hari dia merasakan kelelahan seperti ini, harus tergeletak di dipan itu karena rasa sakit dan perut melilit.
Setelah dua hari kami kembali ke Jorlang Huluan, pasca melahirkan 23 Januari 2009 lalu memang kami tumbang. Membuat susu si ucok pun aku tak sanggup, kami tak sanggup. Tak sanggup bangun dan menagganti popoknya; karena kepala rasanya mau pecah. Terus berdenyut bagai tiap detik.
Hari ini aku merasakan yang namanya tidak sakit kepala. Dan ini memang harus dijaga, supaya tidak jatuh sakit lagi. Teringatlah aku pada doa rasul Paulus, aku minta kesembuhan eh.. malah diberi tetap dalam kelemahan, supaya disitu aku tahu bahwa sepatutnya berharap hanya kepada Tuhan. Minta kesuksesan, malah diberi itu-itu saja, supaya cukup tahu diri bahwa semuanya berasal dari dia. Akh, tak ada yang tidak berasal dari Dia dan semuanya kembali kepada Dia saja. Seperti pengakuan si pengkotbah ini, dia merasa bahwa segala sesuatu sudah ditetapkan-Nya demikian, tak ada kuasa sedikit pun manusia menambah apalagi mengurangi rencana agung-Nya. Ini perlu diyakini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s