Martua do halak na manaon di pangunjunan i; Ai dung tau ibana, jaloonna ma tumpal hangoluan, naung pinarbagabaga tu angka na holong roha di Ibana; Jakobus 1, 12

Seharusnya teks ini menguatkan kita setiap waktu hidup kita. Di saat kita hari ini harus menghadapi banyak tantangan dan kesulitan segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik bukan!? Kata “martua” memang dilafalkan lebih afdol dari perkataan lain, pun kata “bahagia” atau “berbahagialah!” dalam bahasa Indonesia. Sebab kata “martua” ini menyangkut juga urusan sekarang, disini di dunia ini dan apalagi urusan masa yang akan datang tentang pengharapan keselamatan kita.

Kata rasul Paulus dalam suratnya, “Kita adalah orang yang paling sengsara (dangol) kalau kita hanya mengharapkan segala sesuatunya di dunia ini” (1 Korint 10, 13). Artinya kita bisa punya pengharapan sekarang dan kelak sebagai orang kristen, bukan saja kesejahteraan dan kemakmuran disini tetapi juga masa yang akan datang.

Sekonyong-konyong upah, imbalan dan jasa yang disebut teks ini seolah terbayar dengan selesainya tuga dan urusan yang pelik ini. Benar! Tapi teks ini juga mengetengahkan dimensi lainnya, yaitu adanya mahkota kehidupan, yang tidak dapat dibandingan dengan apapun kesuksesan dan keberhasilan, kepiawaian negoisasi di dunia ini dlsb. Tak dapat dibandingkan dengan berbagai jabatan, status sosial, atau keberhasilan penemuan apapun yang dilakukan manusia. Inilah yang akan diberikan kepada manusia yang mau mengikat janji dengan-Nya menghidupi kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s