Nuaeng pe huboto tangkas, na tinumpahan ni Jahowa miniahanNa i, sai alusanna do ibana sian angka langit habadiaonNa i marhitehite angka pangabahan ni hatuaon ni sianmunNa; Psalmen 20, 7

Pengakuan pemazmur ini seharsunya menjadi pengakuan kita semua saat ini. Bahwa, sejak awalnya Allah menginginkan kita menjadi penerima anugerah-Nya yang gilang gemilang. Menyukuri pemberian yang tak berkesudahan kepada kita setiap langkah hidup kita.
Allah mau mendengar dan menyimak, lebih dari itu menjawab segala permohonan manusia dan memberinya sesuai dengan tujuannya yang menghidupkan. Tangan kanan-Nya menggambarkan kesejahteraan, kecukupan dalam hidup. Tapi ini tidak bisa diartikan hanya sebagai kesuksesan dan keberhasilan di dunia ini. Seseorang yang diurapi-Nya tampak dalam hidup yang berterimakasih penuh ucapan syukur biar bagaimana pun yang harus dihadapi saat ini. Seperti sekarang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s