Hari Ini, 6 Februari 2009 Ibadah Raya TRIBUTE TO NOMMENSEN

TRIBUTE TO NOMMENSEN : Momentum Kebangkitan Batak
Harian Sib, Senin 2 Februari 2009 p. 13

Antony Sihombing
Penulis adalah Sintua di HKBP Menteng, Dosen UI, Anggota Yayasan Gema Kyriasa dan Ketua Panitia Tribute to Nommensen dalam rangka 175 tahun Nommensen dan Tahun Diakonia HKBP 2009.

Tanggal 6 Februari 2009, jika Nommensen masih hidup, genaplah dia berumur 175 tahun. 175 tahun yang lalu, lahirlah seorang anak sederhana ditengah-tengah keluarga miskin di Noordstrand Denmark Selatan (sekarang Jerman bagian Utara). Dalam masa pertumbuhannya, Nommensen kecil hidup susah dan sakit-sakitan.
Pada usianya yang ke 24 tahun, dengan segala keterbatasan: bahasa, budaya, alai transportasi, informasi, dan teknologi, pemda Nommensen berangkat dari ujung bumi paling utara menuju bumi di bagian selatan ke Tanah Batak. Tanah Batak yang masih terbelakang, penyembah berhala dan dengan peradaban yang masih jauh tertinggal dari Barat.
Tidak dinyana, 175 tahun kemudian, komunitas dengan peradaban terbelakang ini sudah berubah menjadi bagian peradaban dunia yang maju. Putra-putrinya sudah mengisi posisi-posisi strategic di Republik ini, balk d bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Hukum, Politik, Militer, Seni dan Budaya dan lain-lain.
Pdt Dr Richard Daulay dalam bukunya berjudul “KeKristenan dan Kesukubangsaan – Sejarah Perjumpaan Methodisme dengan Orang Batak dan Orang-orang Tionghoa di Indonesia 19051995, menggambarkan bahwa penginjilan di Tanah Batak termasuk karya penginjilan Spektakuler.
Sejarah pekabaran Injil sedunia mencatat bahwa penginjilan di Tanah Batak termasuk karya penginjilan spektakuler, di mana dalam waktu tujuh puluh tahun-1860an sampai tahun 1930an— hampir semua orang Batak sudah tuntas dikristenkan. (Catatan: tentu yang dimaksudkannya adalah semua orang Batak yang sebelumnya masih pemeluk agama suku, terutama di bagian utara Tanah Batak) (Sihombing 2005).
Salah satu bush positif dari pelayanan Nommensen adalah pelayanan pendidikan. Beliau percaya, selain lebih mudah melayani warga yang dilayaninya, dengan meningkatkan pendidikan dikemudian hari peradaban orang-orang Batak jugs lebih tinggi. Pelayanan pendidikan modern yang dimulai oleh Nommensen ini membuahkan hasil yang sangat menakjubkan, mulai masa perjuangan kemerdekaan, masa kemerdekaan sampai dengan masa reformasi saat ini, orang-orang Batak telah mendemonstrasikan melalui karyakarya besar dan pengabdiannya di negeri tercinta ini. Hal ini terbaca jelas seperti apa yang digambarkan oleh Dr Thamrin Tomagola:
… bahwa berdasarkan populasinya yang relatif tidak terlalu besar, dan dalam kurun waktu singkat], ada satu suku bangsa dari Sumatera yang secara cepat dan mengagumkan telah mensejajarkan dirinya dengan etnik- etnik terkemuka lainnya di Indonesia, yakni etnik Batak (Sihombing 2000).”
Tidak dapat dibayangkan seorang Nommensen yang masa kecilnya hidup susah dan sakit-sakitan dapat mengubah komunitas Batak tertinggal menjadi komunitas yang maju dan besar bahkan menjadi bagian dari sejarah bangsa ini. Anak-anak Batak telah mengisi hampir semua posisi penting di republik ini: di bidang pendidikan, pemerintahan, militer, politik, hukum, kesehatan, ekonomi, budaya, agama, dan lain-lain. Adalah Jenderal TAN Bonar Simatupang yang pada usia muda (29 tahun) telah menjadi Kepala Staf Angkatan Perang RI, jabatan militer tertinggi pada masa Republik Indonesia Serikat (Pardede 1990). Kemudian Jenderal M Panggabean memangku jabatan sebagai Panglima ABRI, AE Manihuruk sebagai Kepala BAKN, Amir Sjarifuddin Harahap sebagai tokoh penting di masa kemerdekaan RI, Prof Dr Todung Sutan Gunung Mulia Harahap sebagai tokoh pendidik. Lalu ada Cornell Simanjuntak, Liberty Manik, L Pohan Siahaan, Nortir Simanungkalit, sebagai komposer besar bangsa. ini. JK Panggabean, JIM Panggabean dan TD Pardede sebagai p . engusaha terkemuka Batak. Hadir pula GM Panggabean sebagai tokoh jurnalistik nasional.
Namun, beberapa tahun terakhir ini, HKBP yang pada mulanya menjadi penggerak pembaharuan di tanah Batak mengalami kemunduran. Pertumbuhan HKBP yang yang dalam 15 dasa warsa sebelumnya sangat pesat, sekarang kelihatannya stagnant bahkan mulai merosot. Sekolah-sekolah HKBP yang tadinya terbaik dan pilihan pertama, sekarang sudah mundur dan menjadi pilihan terakhir. Rumah sakit HKBP Balige, yang tadinya RS terbaik di Sumatera, sekarang sudah disalip RS-RS lainnya. Bahkan RS HKBP ini sudah menjadi rumah yang sakit, sangat tidak layak sebagai rumah tempat orang mencari kesembuhan.
Yayasan Gema Kyriasa (YGK), sebuah Yayasan yang berdomisili di Jakarta dan melayani dibidang pembangunan ISIS (iman, kesehatan, keilmuan, dan kesejahteraan rakyat), melalui pemahaman terhadap perkembangan pelayanan Nommensen di Tanah Batak, merasakan kemunduran ini. Pada tahun 2006, YGK mencanangkan sebuah proyek besar yang dikemas dalam “Tribute to Nommensen (TtN) 1834-2009” yang bertujuan membakar kembali “Api pelayanan Nommensen” sebagai momentum kebangkitan Komunitas Batak kedua kalinya, setelah kebangkitan Komunitas Batak semasa pelayanan Nommensen.
Untuk memperkaya informasi tentang Nommensen, YGK telah mengundang beberapa tokoh antara lain Ny SAE Nababan (mewakili ibu rnertuanya sendiri —penterjemah buku: “Ompu i Dr Igwer Ludwig Nommensen”), Dr Ir. Bisuk Siahaan (penulis buku “Batak Toba: Kehidupan di batik Tembok Bambu”), Bapak Pdt Dr PWT Simanjuntak (mantan Ephorus HKBP) dan Dr PTD Sihombing MSc PhD (penulis beberapa buku tentang sejarah penginjilan di Tanah Batak dan buku “50 Tahun HKBP Menteng-Jalan Jambu Jakarta, dalam Perjalanan Pelayanannya”). Pada bulan Oktober 2006, YGK mengundang semua Praeses HKBP dan Pimpinan/Pendeta Gereja-gereja hasil pelayanan Nommensen yang berdomisili di Jakarta. Kemudian di akhir tahun 2006, kami mengunjungi Bonapasogit mensosialisasikan program TtN inisekaligus berdiskusi dengan pimpinan HKBP (Sekjen HKBP, Kepala Departemen Diakonia HKBP, Praeses Distrik Silindung-Pearaja Tarutung, Praeses Dolok Sanggul, beberapa Pendeta, Guru Huria dan Direktur Sekolah Diakonia dan IRS HKBP Balige) dan masyarakat Batak di Bonapasogit (Huta Dame, Pearaja, Lobu Siregar dan Dolok Sanggul). Dalam kunjungan ini kami sekaligus merasakan dari dekat bagaimana perjalanan penginjilan Nommensen ketika itu. Diskusi ini akan terns dilanjutkan dengan mengundang tokohtokoh lain seperti tokoh-tokoh sejarah perkembangan gereja di Tanah Batak.
HKBP menyambut baik rencana proyek besar ini (TtN) dengan mengaitkannya dengan Tahun Dakonia HKBP 2009. Pimpinan HKBP berdasarkan SK Ephorus HKBP No. 717/1_08/XII/2008 tertanggal 17 December 2008, menetapkan panitia Tribute to Nommensen dalam rangka Tahun Diakonia 2009.
Berikut saya kutip adalah sepenggal Kata Sambutan Ephorus HKBP, Bapak Pdt Dr Bonar Napitupulu, dalam buku proposal dalam rangka Tribute to Nommensen:
Menghargai dan mensyukuri pengabdian IL Nommensen, HKBP dan masyarakat Batak mengangkat beliau menjadi “Rasul orang Batak”. Namun jika HKBP mengadakan Tribute to Nommensen (TtN), bukanlah man mengkultuskan beliau, tetapi (pertama) Mempersembahkan pujian dan syukur kepada Tuhan atas anugerahNya yang Dia limpahkan kepada masyarakat Batak melalui hambaNya IL Nommensen; (kedua) Mensyukuri pengabdian yang luar biasa dari IL Nommensen dan (ketiga) Membangkitkan kembali pelayanan yang bersifat holistik dari IL Nommensen yang sudah merupakan bagian dari jati diri HKBP.
“INGATLAH PEMIMPIN-PEMIMPIN KAMU, YANG TELAH MENYAMPAIKAN FIRMANALLAH KEPADAMU. PERHATIKANLAH AKHIR HIDUP MEREKA, DAN CONTOHLAH IMAM MEREKA (IBRANI 13:7)”
Tujuan dari Tribute to Nommensen ini memang bukan untuk mengkultuskan Nommensen, tetapi pertama memberikan penghormatan dan penghargaan kepada Nommensen melalui keluarganya dan Badan Zending Rheinische Missions Gesellschaft (RMG) atau UEM di Jerman. Kedua mencanangkan TtN sebagai momentum Kebangkitan (kembali) Komunitas Batak melalui Pembangunan dan Pengembangan ISIS (Iman, Sehat, Ilmu dan Sejahtera).
Tema yang kami angkat dalam rangkaian acara TtN ini adalah: “Membangun Batak – Membangun Bangsa”. Melalui semangat yang ditetapkan dalam tema ini, kami telah merancang beberapa kegiatan bekerja sama dengan HKBP, antara lain:
1. Pemberian Penghargaan “Pengabdian Luar Biasa” (Out Standing Dedicated) kepada Dr IL Nommensen (Keluarga) dan RMG/UEM, tanggal 22 Maret di Medan.
2. Napak Tilas
– Route 1 (tgl 3-5/2): Dari Barns – Sibolga -Tarutung
– Route 2 (tgl 3-5/2): Dari Pangururan (Samosir) – Siborong-borong – Tarutung
– Route 3 (tgl 3-5/2): Dari Sigumpar – Balige – Siborong-borong – Tarutung
– Route 4 (tgl 3-5/2): Dari Sipirok – Paraosorat – Tarutung
– Tgl 5/2 pkI 16:00 sore, semua rombongan bertemu di gereja HKBP Pearaja Tarutung (Kantor Pusat HKBP);
– Tgl 5/2 PkI 17:00 sore semua peserta di tambah peserta dari Tarutung: Siswa, Mahasiswa, Pemuda dan Remaja beserta masyarakat akan berjalan (Route terakhir Napaktilas, membawa empat obor (mewakili empat route) menuju Gereja HKBP Dame di Huta Dame dan dilanjutkan ke Gedung Serba Guna Pemkab Taput d Tarutung.
– Tgl 5/2 pkI 18:00, Ephorus didampingi Pimpinan HKBP,Iainnya dan Bupati Pemerintah Kabupaten Taput akan menerima rombongan Napak Tilas di Gedung Serba Guna Pemkab Taput. Ephorus akan menerima Obor dari peserta dan menyulut Obor Utama di halaman Gedung ini. Obor adalah simbol mengobarkan kembali “Api Pelayanan Nommensen” sebagai momentum Kebangkitan Komunitas Batak dalam bidang Pembangunan & Pengembangan ISIS (keimanan, kesehatan, keilmuan dan kesejahteraan),
3. Tgl 5/2 pkI 18:30 s.d. selesai, semua peserta, undangan dan jemaat setempat mengikuti lbadah Pengucapan Syukur 175 tahun Nommensen dengan penghotbah: Pdt. Mangapul Sagala, DTh, dan Malam Pagelaran Seni & Budaya Batak dibawah pimpinan Sdri. Dra Julis Silitonga dan dimeriahkan oleh Trio, Vocal Group dan Band ternama dari Tarutung dan Taput serta siswa-siswi di Tarutung dan sekitarnya.
4. lbadah Raya Tribute to Nommensen Acara tgI 6 Februari 2007, dirancang sebagai perayaan ucapan syukur sebagai penghormatan kepada Nommensen dan missionar lainnya. Ibadah Raya TtN dilaksanakan dan dipusatkan di Aula Seminare HKBP Sipoholon. Penghotbah dalam ibadah Raya ini adalah Ephorus HKBP, Pdt Dr Bonar Napitupulu. Pada kesempatan ini akan dilakukan rangkaian acara, antara lain:
Pemberian “Nommensen Award” kepada putra/putri Batak (perorangan maupun lembaga) yang berprestasi luar biasa (nasional maupun internasional) di bidang ISIS, sebagai bush pelayanan Nommensen, pada tanggal 6 Februari di Tarutung.
-Penanaman 175 batang pohon sebagai symbol dimulainya penanaman pohon sebanyak 1.750.000 batang di semua gereja-gereja HKBP di seluruh dunia selama tahun 2009, sebagai bukti keiikutsertaan HKBP dalam pelestarian alam.

Kegiatan Tribute to Nommensen ini tidak berhenti pada tanggal 6 Februari 2009, tetapi menjadikannya awal kebangkitan (kembali) Komunitas Batak. Sehingga tugas dan pekerjaan anakanak Batak baik yang di Bonapasogit maupun di Perantauan masih sangat besar. Mari kits bersama membangun tanah dan orang Batak seperti yang telah Nommensen kerjakan. Tuhan memberkati Batak, Tuhan memberkati Indonesia.
Amin!

Advertisements

3 comments

  1. Bahkan Sdr Mangapul Sagala selalu menjelek-jelekkan HKBP di berbagai kesempatan. Waspadalah terhadap beliau ini

  2. Sdr. Andar, ketika saya mengirim artikel ini, nama penghotbahnya memang masih Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th. Tetapi beliau sdh diganti oleh Pdt. Bonar Tobing, M.Th. Sebenarnya Bapak Pdt. Mangapul sudah sering berkhotbah di HKBP Jaodetabek dan kota-kota lainnya. Bahkan tahun 2008, beliau berkhotbah dalam Youth Camp nasional HKBP 2008 di Seminare Sipoholon. Kami (YGK) bersama beliau melayani disana. Mauliate atas perhatian sdr. (St. Antony Sihombing)

  3. Koq pengkhotbah di ucapan syukur 175 tahun IL Nommensen pdt Mangapul Sagala ya? Setahu saya dia bukan jemaat HKBP atau gereja Mainstream. Atau apakah HKBP tidak memiliki lagi pengkhotbah yang unggul untuk acara besar seperti ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s