Ulahon hamuma na ginuruhonmuna, na jinalo, na binege jala na niidamuna di Ahu; dung i donganan ni Debata Sipardame i ma hamuna; Pillipi 4, 9

Situasi di SumUt sekarang memang hampir sama dengan bangsa Yehuda yang terpuruk dalam berbagai pilihan sulit. Kemaren Pdt Pieter Hutapea bilang kalau ada pimpinan di daerah ini yang mengimbau supaya seluruh elemen masyarakat tidak terpancing emosinya, dan jangan menganggap insiden DPRD SumUt sebagai peristiwa Sara; menyusul meninggalnya Abd Aziz Angkat, Ketua DPRD SumUt (23/2) itu berarti pemimpin daerah itu telah melihat adanya gelagat itu dalam peristiwa itu.

Yoyakin dan Joyakhim telah melihat kompromi
dengan Mesir sebagai salah satu kekuatan di dunia saat itu. Kesempatan ini menurut mereka adalah jalan keluar dari kemelut internal umat itu, tak ada jalan lain. Mereka tidak melihat ada celah cara Allah untuk mengajar dan mendewasakan mereka melalui beragam kesulitan ini. Inilah yang dikecam oleh Nabi Yeremia, supaya manusia jangan mengandalkan kuasa dan kekuatan dunia yang terbatas. Simpel bukan, dosa kompromi dalam Yeremia 9, 22-3. Sekarang rasul Paulus juga berpesan akan teladan dan berbagai contoh yang telah diberikan Tuhan, semuanya perlu dilaksanakan. Hanya dengan tahu apa yang benar dan adil dihadapan Tuhan kita dapat menegakkan keadilan dan kedamaian di negeri kita.

Kita patut berdoa untuk seluruh masyarakat dan pemimpin di SumUt, supaya damai dan keadilan ditegakkan. Pendukung atau tidak pendukung Protap, sama saja harus dengan hati nurani bertindak, berbicara dan berfikir secara jernih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s