Gabe dialusi si Simon Petrus ma Ibana: Tung tu ise ma hami laho, ale Tuhan? Di Ho do hata hangoluan sisalelenglelengna! Jala nunga huhaporseai jala hutanda hami: Ho do na badia ni Debata! Johannes 6, 68-9

Tak ada tempat lain tempat untuk bergantung selain kepada Sang Kalam hidup, yaitu Yesus Kristus sendiri. Tidak ada keyakinan lain untuk berharap selain kepada Sang Rahmat Yesus sendiri. Tak ada waktu yang lain selain Sang Kekal Kristus itu sendiri.

Demikianlah pengkuan yang disampaikan oleh Petrus yang mengilhami kita semua, bahwa respon kita kepada firman Allah tak lain adalah mengaku bahwa Tuhan adalah segala-galanya bagi hidup kita disini. Saat meregang nyawa, eh bukan;saat keriput dan guratan-guratan keriput sudah menguasai wajah kita, saat memutih sudah semua rambut, saat kaki ini tak dapat lagi sempurna digerakkan karena asam urat dan beban yang terlalu banyak, saat lidah kelu tak dapat lagi berbicara, bahkan saat semua anggota tubuh ini menderita karena letih, beban hidup dan saat hampa tetap ada pertolongan yang meyakinkan kita bahwa Tuhan adalah firman hidup yang menyejukkan hati dan perasaaan, air yang jernih memuaskan dahaga kekeringan dan rutinitas hidup dan juga menjadi seberkas cahaya hidup menuntun kita dalam hidup dan dunianya yang seringkali kelam bahkan gelap gulita. Saat kita merasa tak ada lagi penuntun, Dia tetap tinggal menjadi peduli dan mengambil berat atas persoalan hidup kita.
Ini untuk selama-lamanya. Terang itu untuk selamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s