SCRAP KOTBAH Tanggal 11 Januari 2009 Teks : Yohanes 15, 1-9

sekber-uem1. Pemangkasan
Sungguh menarik bahwa teks kita diawali dengan hal pemangkasan. Pada ayat 2 dikatakan: “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”. Apa yang dapat kita catat tentang hal ini?
Yesus mengatakan bahwa Allah Bapa memotong ranting-ranting yang tidak berbuah dipotong dan ranting yang berbuah dibersihkan supaya berbuah lebih banyak lagi. Memang suatu pohon anggur harus mengalami pemangkasan dan pembersihan supaya ranting dan dawn yang tidak penting tidak menghabiskan zat-zat yang diperlukan untuk menghasilkan buah yang banyak. Jadi sasaran utama dari pemangkasan adalah bagaimana supaya menghasilkan buah yang banyak dan berkualitas baik. Mungkin bagi kita di Indonesia, hal pemangkasan tanaman ini lebih familiar dengan pengalaman bagaimana menanam dan memelihara tanaman tomat supaya berbuah banyak.
Kita perlu mencatat dari perkataan Yesus tentang hal pemangkasan tanaman anggur di sini, bahwa pemangkasan dimaksud bukanlah suatu hukuman tapi untuk memberdayakan supaya dapat lebih berkualitas. pemangkasan bukan dengan tujuan merusak tapi untuk tujuan produktivitas yang lebih tinggi. Demikian dengan kehidupan kita, ada kalanya Yesus harus melakukan pemangkasan disana sini dalam rangka membentuk kita agar semakin sepadan dengan gambaran Yesus Kristus. Terkadang pemangkasan dilakukan untuk membuang hal-hal yang tidak baik yang mengandung keberdosaan dari dalam diri kita. Ada saatnya pemangkasan itu menyakitkan namun tujuannya adalah demi kebaikan agar kita makin segambar dengan Yesus.
Pemangkasan adalah pekerjaan Allah, bukan pekerjaan manusia. Sama seperti pokok-pokok anggur ticlak pernah saling memangkas dimana pekerjaan itu datang dari luar anggur itu sendiri. Jadi Yesus adalah Pokok Anggur yang Benar, Allah adalah pemangkasNya, dan kita adalah ranting-rantingNya.

2. Menghasilkan Buah
Apakah yang dimaksud dengan berbuah/menghasilkan buah? Untuk hal ini perlu kita perhalikan lebih seksama. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud Yesus dengan menghasilkan buah dalam teks ini adalah membawa jiwa-jiwa untuk datang kepada Yesus. Mungkin hal tersebut merupakan suatu aplikasi yang bernilai, namun hal tersebut tidak terlihal dalam konteks perikop kita. Menghasilkan buah dalam teks kita lebih tertuju kepada apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam Galatia 5:22-23: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”Untuk lebih jelasnya, dalam ayat 12, Yohanes 15 ini dikatakan: “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu”. Dari sini kita dapat melihat bahwa secara keseluruhan Yohanes pasal 15 ini berbicara tentang tinggal di dalam kasih dan kasih yang telah ditunjukkan oleh Yesus kepada kita. Dengan demikian konteks menghasilkan buah yang dimaksudkan Yesus dalam teks kita adalah merupakan suatu ajakan bagi kita untuk meneladani Yesus dengan segala karakterNya, terlebih-lebih kasihNya. Selaku ranting kita harus memiliki DNA yang sama dengan Pokok Anggur yang Benar yaitu Yesus Kristus sendiri. Jika Allah adalah Kasih maka kita harus mengasihi.

3. Tinggal di dalam Yesus
Point ke tiga yang dapat dicatat dari perkataan Yesus ini adalah tentang tinggal di dalam Dia yang dikatakan secara berulang-ulang sebagai indikasi pentingnya hal ini. Gambaran alkitabiah mengenai pokok anggur menyiratkan suatu pengertian mendalam tentang keterhubungan atau konektivitas kehidupan kita. Ukuran kualitas sesungguhnya dari kehidupan kita tidak banyak diukur dari apa yang kita percayai, tapi dengan siapa kita terhubung atau terkoneksi. Semakin baik kita terhubung maka semakin dimungkinkan untuk kita diubah.
Perubahan seperti itu datang dari keterhubungan atau konektivitas, bukan dari upaya atau usaha kita. Sama seperti pokok anggur, selama rantingnya terhubung dengan pokok, maka akan otomatis bertumbuh dan berkembang serta menghasilkan buah. Demikian juga halnya dengan orang percaya, dimana hal yang terpenting adalah bagaimana hubungan kita dengan Yesus Kristus. Hubungan dengan Kristus atau tinggal di dalam Kristus merupakan suatu hal yang sangat menentukan dalam kehidupan kita. Itulah yang menentukan bagaimana hubungan kita dengan sesama, dengan keluarga, suami isteri serta anak-anak. Itulah juga yang merupakan faktor penentu dari kualitas kehidupan kita, hidup yang berbuah dan menjadi berkat bagi orang lain serta hidup yang berguna demi kemuliaan Tuhan. Amen.

Pdt. R.J. Saragih, MTh.LM
Sumber : Kumpulan Kotbah Sekber UEM, 2009
Buku ini dapat dibeli di Kolportase GKPI, biar kecil rupanya disini lebih lengkap katimbang di Kolportase Hermon HKBP Jl Gereja, rupanya disini baru bulan Juni nanti ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s