Pir ma tondim jala marsihohot, ai ingkon ho do marbagi tano on bahen partalian ni bangso on, na Huuarihon tu ompunasida, lehononKu tu nasida; Josua 1, 6

Ilustrasi ini disampaikan oleh St Raliman Siallagan, dari HKBP Jati Asih yang lebih sering tinggal di Jorlang Huluan.

2009_1Ada seorang tua yang sudah hampir mati memberikan wasiat kepada tiga anaknya laki-laki. “Ini ada 19 ekor kerbau yang menjadi harta warisan yang akan dibagikan kepada kamu, hendaklah kamu berdamai membaginya”. Si sulung harus mendapat setengahnya, adiknya mendapat bagian seperempat dan si bungsu mendapat bagian seperlima darinya. Alhasil setelah bapak tua sekarat itu meninggal, tinggallah pula anak-anaknya dalam kebingungan membagi ternak warisan bapaknya itu.
Dalam pada itu ada seorang peternak kecil yang hanya memiliki seekor kerbau yang mendengar dan ingin membantu mereka membagi “harta” itu. Jadi masalah pembagian juga adalah salah satu masalah pelik dalam sejarah manusia. Ia rela memberikan ternaknya itu menjadi “tambahan” untuk ikut dibagi, dengan perjanjian bahwa jika sudah selesai maka kerbaunya dikembalikan.
Kini ada 20 ekor kerbau, dan mereka berhasil, berhasil membaginya. Si sulung mendapat setengah dari ke-20 ekor kerbau itu sehingga mendapat 10. Adiknya nomor dua mendapat seperempat dari 20 yaitu 5 ekor dan si bungsu mendapat seperlima darinya yaitu 4 ekor. Jumlah ternak yang dibagi mereka adalah 19, maka sesuai perjanjian pulanglah kerbau tunggal sang petani miskin bijak itu.
Berhasil jugakah masalah tanah ini??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s