Warna-warni Logo Tahun Diakonia HKBP 2009

Di “launching” Tahun Diakonia HKBP 2009 nanti, tanggal 22 Maret 2009 secara serentak dilakukan di HKBP pelaksanaan Tahun Diakonia HKBP sebagai persiapan menyongsong Jubileum 150 Tahun HKBP. Ada dua penekanan Kadep Diakonia dalam seluruh kegiatan pelaksanaan Tahun Diakonia 2009 ini, al. :

1. Bahwa terhadap pelaksanaan Tahun Diakonia akan dilekatkan dan memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan Koinonia dan Marturia. Artinya, Diakonia tidak jalan sendiri dalam menjemaatkan (bukan mensosialisasikan) dan menyukseskan Tahun Diakonia HKBP 2009. Keutuhan ini tampak dalam kerjasama setiap lini pelayanan ini mulai dari tingkat lokal sampai jajaran sinode. Penekanan ini sebagai upaya tidak mengulangi pelaksanaan Tahun Koinonia dan Marturia lalu. Tidak terpisah, namun Tahun Diakonia adalah lanjutan integral dari Tahun Dana Pensiun 2006, Tahun Koinonia 2007 dan Tahun Marturia 2008 lalu.
2. Bahwa tekanan berdiakonia, ulaon marasiniroha bukan hanya pada tahun 2009 ini saja. Ajakan ini mengajak warga dan pelayan HKBP berdiakonia sepanjang tahun-tahun, bukan tahun ini saja. Ini harus menjadi bagian dan salah satu pelayanan gereja; karena dengan sengaja dipilih untaian kata yang harus dihidupi “Usahakanlah, …. dan Doakanlah …!” Jadi tugas pertama adalah ritme usaha, kerja dan karya untuk kemudian didoakan. Jadi sederhananya, berusahalah, berjuanglah dan dampingilah dulu baru kemudian doakan. Jangan hanya diawali dan diakhiri dengan doa tanpa aksi dan usaha. Benar…?! Entahlah tapi itulah warna baru dari Tahun Diakonia.

Ok, tentang warna-warni tadi konon didisain Pdt Puji H Aritonang dengan pemaknaan Logo Tahun Diakonia :

1. Domba Putih Memikul Salib Kuning
Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah dengan penuh ketulusan dan keberanian memikul salib untuk menghapus dosa manusia (Yoh. 1:29). Pengorbanan itu akhimya membuahkan kemuliaan.
2. Tujuh Bulir Padi Kuning
Padi yang menguning adalah lambang kesejahteraan yang penuh kemuliaan. Sebap orang percaya terpanggil untuk mensejahterakan masyarakat dan seluruh ciptaan (Yer. 29:7).
3. Cawan Merah Perjamuan Kudus
Darah Yesus di kayu salib telah menebus dosa manusia. PengorbananNya mengerakkan setiap orang untuk berbelas kasih kepada sesama. Perjamuan kasih adalah wujud diakonia bagi sesama (Kisah Para Rasul 2:41-47; 4:32-37).
4. Bumi Daratan Hijau dengan Laut Biru
Gereja-Gereja se-Dunia secara bersama mewujudkan Alternative Globalization Addressing Peoples and Earth (AGAPE). Orang percaya bertanggungjawab untuk menyelaniatkan bumi dengan memelihara lingkungan, menegakkan kedamaian dan keadilan di tengah-tengah dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s