Martua ma baoa na mambahen Jahowa haposanna; Psalmn 40, 5a

Tahun 2009 ini tidak akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sudah kita lewati pikirku, andaikata tidak menjalaninya bersama-sama dengan Tuhan. Tahun ini akan biasa-biasa dan mungkin sama saja dengan tahun lalu, dan yang sudah-sudah jika tak merenung bahwa hanya Tuhan yang menghantarkan kita sampai pada hari ini.

Mungkin juga pekerjaan ini tidak terasa berbeda dengan pekerjaan yang sudah-sudah andaikata tak ada pemaknaan bahwa Tuhan ikut turut campur dalam pekerjaan ini. Tapi pekerjaan di tahun baru ini, – masih tetap baru kan!? – akan benar menjadi baru sebab Tuhan menjadikannya bermakna dan mengembalikan semangat dan memulihkan tenaga dan kuat yang akan membuat kita berdaya. Hanya Tuhan yang patut menjadi pengharapan dan penghiburan saat kita akan terus melewati hari-hari di tahun ini.

Mungkin kata “martua” atau “berbahagia” harus lebih banyak kita terjemahkan dengan pekerjaan dan karya pada tahun ini. Kata ini tidak lagi akan menjadi simbol semata, tapi hasil pekerjaan. Seseorang menjadi berbahagia jika ia melakukan pekerjaannya, dan berbahagia karena Tuhan memberikan kebahagiaan yang sejati itu. Berbahagia bukan lagi mungkin perasaan dan suasana hati saja, tetapi juga ucapan syukur kepada Tuhan bahwa Dia tetap menyertai kita. Eben haezer, kata kitab suci, Tuhan menyertai kita hingga kini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s