Ai songon on do holong ni roha ni Debata di portibi on, pola do anak-Na na sasada i dilehon, asa unang mago ganup na porsea di Ibana, asa hangoluan na salelenglelengna di Ibana; Johannes 3, 16

Apa yang dapat kita katakan tentang kasih Allah ini? Siapakah yang layak menafsirkan dan melihat besarnya belas iba Allah atas orang-orang. Semua orang, semua suku, semua ras dan puak yang pernah ada hidup di dunia ini. Semunya dikasihinya. Apakah pula yang dapat menakar dashyatnya kasih AGAPE Allah ini; kasih yang tak akan bahkan tak mungkin kita temui dalam kemanusiaan. Kasih yang tidak sebanding bahkan dengan kasih seorang ibu, ibu yang baru kita rayakan kemarin kepada anak-anaknya.
Akh, kasih yang tak terkatakan mulia dan agungnya.

Ds Palti Marulam Sihombing tentang nas ini mengatakan, andai semua isi kitab suci itu, semua ayat-ayat terbakar dan hangus kecuali nas ini, maka itu cukup menggambarkan kepribadian dan kedirian Allah tentang penyelamatan yang dilakukan-Nya atas semua ciptaan. Karena nas ini adalah pusat, inti pemberitaan, sari pati, atau pusuk jambu firman Allah.

Ayat ini juga sering dipakai untuk menjadi ayat-ayat dikampung kami, disebut liturgi ragam bahasa. Mungkin maksudnya, karena semua bangsa dan budaya menjadi alamat karya penyelamatan Allah.

Indonesia : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV : For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
Jawa : Awit saka gedhéning sih-katresnané Gusti Allah marang jagad, nganti Panjenengané ngurbanaké Putrané ontang-anting, supaya saben wong sing precaya marang Sang Putra mau ora nemu karusakan, nanging ngalamana urip langgeng.
Makassar : Nasaba’ lanri Nakamaseang duduna Allata’ala rupataua ri lino, sa’genna Napassareammo Ana’ sitau-tauNa, sollanna inai-nai tappa’ ri Ia tena nalapanra’, passangalinna lanagappai katallassang sitojennaya siagang mannannunganga.
Simalungun : Ai sonon do holong ni uhur ni Naibata bani dunia on, pala do Anakni na sasada in iberehon, ase ulang magou ganup na porsaya Bani, tapi ase hagoluhan na sadokah ni dokahni bani.
Mentawai : Kisé te bulat kopet katet bagania Taikamanua ka taikapolak, pat akénangan Togania sisasara, bulé tá ilangó sia sangamberi simatonem baga ka tubunia, tápoi raiikep’aké lé purimanuaiat sipulelelek samba sitaitatatá.
Sunda : Karana kacida mikaasihna Allah ka alam dunya, nepi ka masihkeun Putra tunggal-Na, supaya sakur anu percaya ka Anjeunna ulah binasa, tapi meunang hirup langgeng.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s