Hape Ahu do nian Jahowa Debatam olat ni tano Misir, jala Debata dungkon ni Ahu, ndang adong tinandam, jala ndang adong sipangolu dungkon ni Ahu; Hosea 13, 4

Allah selama itu. Allah yang menjadi Allah orang Israel selama perjalanan waktu. Teks ini sekali lagi menjadi peneguhan atas pemilihan Allah atas umat pilihannya, Israel. Bangsa yang menurut PL terkadang tidak tahu terimakasih. Wong sudah diselamatkan, dihidupi, diberkati menjadi bangsa yang besar dan terberkati pula, masih mau cari pertolongan dari yang lain. Sama seperti seorang yang sudah “cukup” biarpun maknanya mungkin relatif, tetap saja mau cari kerja dan tempat lainnya. Allah yang selama itu mau menjadi Allah dan Tuhan tidakkah hanya Dia yang layak menjadi Allah??

Terlalu lama? Mau cari Allah yang lain lagi? Ingin sensasi lainnya? Allah teruji dan tidak akan lekang oleh waktu dan tempat, serta ruang bagaimana pun yang dapat dipikirkan oleh manusia. Banyak usaha orang untuk mencari image yang lain itu; kadang-kadang ia merasa menemukannya, tapi lebih banyak dia merasa kosong dan hampa tanpa Allah yang hidup itu. Kadang-kadang ada benda dan hal-hal lainnya dibuat manusia itu pula menggantikan Allah, tapi ternyata semu dan sementara saja, sampai seharusnya dia sudah menyadari Allah Israel itu tidak tergantikan.

Tapi ini tak tertahankan. Buktinya, alkitab sebagai kitab suci itu. Alkitab menjadi sumber pengenalan dan kepercayaan kita kepada Allah. Alkitab itu ditulis ratusan bahkan ribuan orang dulu sebelum “disyahkan dalam konsili-konsili Bapa-bapa gereja” sebelum diterima seperti yang kita kenal sekarang. Ditafsir, digali, diperbandingkan, ditafsir lagi, diterjemahkan dan diterjemahkan lagi, hingga kini dan sepanjang waktu yang akan datang. Tak kenal lelah manusia sebagai homo fidelis mau mencari akar kepercayaan berdasar pada Alkitab. Mana ada kitab dan buku yang maha best seller seperti itu?? Jika ada sebuah buku best seller bertahan 200 tahun, terus menerus direvisi bukankah itu sudah dashyat. Tapi alkitab ribuan tahun hingga kini, mungkin masa yang akan datang terus menjadi sumber inspirasi. Cukuplah ini bukti bagi saya, minimal memercayai Allah yang hidup dan menghidupkan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s