Ai lomoan do rohangKu mida asi ni roha, asa mida pelean; jala lomoan mida parbinotoan di Debata, asa mida pelean situtungon; Hosea 6,6

Tuhan lebih mementingkan orang yang tidak memperhatikan hanya kebutuhan dirinya sendiri dan egois. Ia lebih tertarik pada orang yang melakukan penatalayanan dan pelayanan kepada sesama. Dalam resesi sekalipun, Dia lebih mengharapkan orang tidak lagi hidup dalam kerakusan hanya mementingkan mengisi kantong dan pundi-pundi pribadi. Disaat orang bilang sing orang melu edan, pokoke wareg. Saat orang merasa ganjil dengan “keadilan”, sebaliknya mapan dengan keculasan hati sekali pun, dimana selalu ada sogok, tips, uang duduk, uang jalan, pelicin, uang terimakasih, uang semir, bunga, rente, potong meja, dlsb. tokh kita diminta menjadi pelakon keadilan dan kejujuran.

Membangun belas kasihan kepada orang lain dikembangkan dari perasaan turut merasakan, simpati dan empati kepada sesama manusia. Dalam penderitaan dan susah seseorang lebih memerlukannya daripada seseorang yang melakukan belas kasihan artifisial. Marilah kita definisikan sekali lagi memang, belas kasihan juga termasuk untuk menghargai orang lain. Keberadaan dan kenyataan orang lain itu ada ditempatnya sekarang, di statusnya sekarang, dan dengan segala keterbatasannya.

Hosea sebagai nabi “kecil” tetapi tidak terlalu kecil untuk pekerjaan Allah. Ia diutus untuk sebuah tugas yang amat berat dan jarang dilakukan orang pada jamannya. Biar kecil ia harus “membayarnya” mesti kawin pula dengan perempuan sundal, hidup dalam keteguhan rencana Allah. Minatnya itu harus dibyar dengan harga yang semahal itu. Itu tak dilakukannya sesekali, tapi sepanjang hidupnaya, dan itulah memang kehidupannya. Pengenalan akan Allah tidak didapatkan dari sebuah perjalanan yang sambil lalu; jaman sekarang mengenal apa yang disebut multitasking. Ia memerlukan sebuah tempat dan waktu untuk mundur sejenak dari rutinitas ini semuanya dan merenung. Tanpa dihinggapi perasaan dan kenyataan lain; urusan ini dan itu, dan beban hidup. Justru dengan mengambil tempat dan situasi ini kita mendapat suatu kekuatan untuk menjalani hari-hari kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s