Disi ma ro angka sian purba dohot sian pastima, sian utara dohot sian dangsina, gabe hundul ma marsipanganon di harajaon ni Debata; Lukas 13, 29

Makan bagi orang Batak cukup berarti. Makan bukan berarti hanya menyuapkan makanan ke dalam mulut. Selesai. Bukan hanya demikian maksudnya. Sebab makan begitu berarti; bosur atau kenyang juga mendapatkan tempatnya dalam pemahaman orang Batak. Idaida na bosur, jorajora na male, kata falsafah orang Batak. Ini diartikan bahwa mereka yang kenyang, sendawa, bosur, sejahtera maduma kaya dlsb. Akan selalu mengharapkan ia menjadi kenyang dan terbutuhi. Makan di pesta, apalagi gratis mungkin akan selalu ditunggu orang karena makan adalah perlu. Hal ini bukan saja berarti mengenyangkan perut, tapi juga urusan kehidupan. Itulah perlunya makan dan kenyang bagi orang Batak.

Memanggil makan masih cukup mumpuni bagi kaum ini untuk memanggil orang atau bahasa sekarang mengumpulkan massa, hehe.. Apalagi kalau lauknya adalah juhut, maksudnya daging, bah mana ada yang mau ketinggalan. Cuman salahnya, memang itulah orang Batak, naeng marbada pe ingkon mangan do jumolo, asa margogo. Lihat saja, bisa saja orang yang duduk makan bersama dalam satu keuarga (baca: bersaudara, kandung pula) bisa setelah acara makan bertengkar karena pembagian harta gono gini. dlsb. Tapi kalau ada dendam, iri dan perselisihan, maka makan pula yang duluan diandalkan supaya ada perdamaian, minimal gencatan senjata. Dan orang tidak akan datang ke pesta, ulaon seseorang jika ada dendam, iri dan perselisihan diantara mereka.Biar pun kerbau dipotong atau apa saja, tentu saja kalau dia tidak datang ke pesta saya kemaren saya tidak akan datang pula ke pestanya, begitu kira2 sebagian besar keyakinan orang makan.

Perkara makan dan jamuan dalam kerajaan Allah adalah juga suatu gambaran penting tentang persekutuan orang percaya. Dengan jamuan itu, Allah sendiri menjadi tuan rumah, mengumpulkan orang-orang, segala orang dari segenap penjuru dunia ini untuk makan jamuan yang disediakan-Nya. Di jamuan itu, tidak ada lagi perbedaan, tidak ada lagi dendam, iri apalagi perselisihan. Semuanya menjadi tamu-tamu Allah di kerajaan abadi itu. Ia menjembatani mereka yang terbatas karena ketimuran dan kebarat-baratan; utara dan selatan. Tidak ada lagi yang cukup kuat untuk membatasi orang-orang percaya ikut, tinggal dan kenyang dalam jamuan itu.
Ikutkah Anda.. saya.. ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s