SCRAP KOTBAH ADVENT I, Tanggal 30 Nopember 2008 Teks : Yesaya 60, 1-7

Advent 1 : Sadarlah !!
Kok sadar, tidak ada yang lain yang lebih lumrah tokh. Apakah kami tidak waras dan tidak cukup sadar sekarang. Adventus, advent selain berarti kedatangan, kehadiran juga sering diterjemahkan gereja dengan masa-masa penantian penuh persiapan. Jadi bukan penantian tanpa persiapan. Mana ada persiapan yang matang kalau tidak ada kewarasan untuk mengatakan kesadar (diri)an hidup sekarang ini.

Sihombing na matua menyebutkan bahwa teks ini adalah sebagian dari nyanyian zionisme Yahudi pada tahun 1948 mendirikan sebuah Negara di jaur gaza. Tentu kita tidak akan mengotbahkannya bukan, sebagai hehe ma ho, angkatlah senjatamu dst. Tapi yang cukup berarti menjadi pelajaran bahkan dalam cerita zionisme ini adalah bahwa sikap bangkit itu diperlukan sekarang dan disini di kehidupan sehari-hari. Bangkit dan bersemangat untuk menjawab serta tanggap atas fenomena kesulitan ekonomi akibat resesi ini. Bangkit dan turut serta dalam upaya mencegah beribu-ribu bahkan berjuta generasi muda yang terancam masa depannya karena di PHK atau dirumahkan. Asal jangan Tuhan saja yang mem-PHK kita pasti yang dirumahkan perusahaan tidak akan putus asa; Tuhan membuka jalan seluasluasnya.

Tentang para peziarah yang datang ke bait Allah untuk mempersembahkan kurban dan persembahan-persembahan lainnya adalah gambaran dari kerinduan orang kepada sesuatu yang baru dan menarik. Setelah mengakhiri satu tahun gerejawi pada minggu lalu, Tuhan mengisyaratkan sesuatu yang baru bagi manusia. Itulah pembaruan yang dibawa-Nya (Why. 21, 5) Bukan pembaharuan, dan kebaruan sebagaiamana konsep manusia yang bisa dibaharui dengan “yang baru” dan “ada yang baru ya”oleh manusia. Segala sesuatu yang tidak pernah kita lihat, sesuatu yang tidak pernah kita rasa dan hal yang tidak pernah muncul dalam pikiran manusia, itu akan disediakan Tuhan kepada kita. Wah, alangkah barunya.. betapa barunya
Karena apa sebenarnya yang benar-benar baru disini di bumi ini. Sebagaian kaum pesimis bilang sejarah akan selalu berulang. Ilmu itu sudah ditemukan ratusan bahkan ribuan tahun lalu, kini hanya diperbaharui, direvisi, diup date diamandemen dlsb. Hanya Tuhan yang bisa membarukan sesuatu yang benar-benar baru. Ok, kalau begitu janganlah tanya saya apa itu..

Bersinarlah kau, kata sms-sms hari ini menandai advent. Betul, tapi kita hanya memantulkan sinar dan cahaya ilahi itu. Sinar itu sendiri berasal dari Tuhan sendiri. Ini tak menjadi bagian orang untuk menjadi pujipujian diri sendiri. Kita adalah alat ibarat cermin, mencerminkan sinar kemuliaan itu sehingga orang dapat merasakan manfaatnya. Yang menjadi alamat pujian adalah Ilahi itu sendiri sumber terang dan bahkan terang itu sendiri (Yoh. 8, 12).

Harap tidak mengulanginya lagi dalam Advent II nanti. Sebab topic yang berbeda akan diminta-Nya kepada kita untuk kita lakukan sehubungan dengan perjalanan Advent kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s