Alai anggo ahu dohot donganku sajabu, ingkon Jahowa do oloannami; Josua 24, 15c

Ini adalah kesaksian dari keteguhan hati seorang Yosua, hamba Allah itu. Meski ia harus terbang sendiri melawan arus bertentangan dengan kemapanan, dan keinginan orang banyak. keteguhannya menjadi telah membuat ia harus berhadapan dengan banyak tantangan dan kesulitan. Prinsipnya yang teguh menyembah Tuhan semata membuat dia disingkirkan dan ditolaki oleh sebagian yang menganggap bahwa kekuasaan dan kekuatan dunia ini lebih besar daripada Allah yang hidup.

banyak keluarga terpaksa hidup dalam kepurapuraan, ketidaktahuan dan kebebalan akhirnya karena memang tidak memiliki prinisip. takut dikatakan orang sebagai yang lain, atau takut tidak sama dengan tetangga dan orang sekampung akhirnya ikut saja kebiasaan dan tradisi yang katanya turun temurun.

Prinsiplah yang disampaikan Yosua dalam ketetapan hatinya untuk lebih memilih Tuhan daripada mengandalkan dunia ini mencari ketenangan dan jawaban sementara. Ia lebih mengandalkan pada Dia yang memberi jawaban, meski sedikit lebih lambat. namun ia hidup dalam proses percaya, diriku, keluarga (seisi rumah) kemudian kepada orang lain.
Progressing Life..

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s