Jala parangehon hamu ma haholongon i songon Kristus i, na manghaholongi hamu jala dilehon do diriNa humophop hita, gabe silua jala pelean bahen uap na hushus tu Debata; Epesus 5, 2

Bentuk lain dari persembahan adalah mengasihi sesame. Kata Tuhan Yesus, Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Sebagaimana kita mengasihi, memperhatikan dan membutuhi diri sendiri demikian kita diminta untuk mengasihi orang lain.
Nadanya akan sedikit berbeda, jika Tuhan tidak menginginkan kita mengasihi sesama dengan takaran diri sendiri. Sebab jika berpatokan kepada orang lain, bukan diri sendiri apakah yang patutt kita lakukan, berikan dan luangkan kepada orang lain yang bukan diri sendiri.
Jadi jelaslah persembahan semacam ini memerlukan energi dan bentuk yang lain. Ia tidak dapat berarti hanya pemberian semata (apalagi pemberian a la kadarnya), misalnya hanya dengan melemparkan uang seribuan ke orang cacat diperempatan xtrajoss-nya sttc dekat taman makam pahlawan. Ia tidak hanya masalah pemberian atau uang, sembako, dll. Mengasihi sesame betul-betul meminta pengorbanan waktu, tenaga, perhatian dan doa kita. Jadi kali ini, takarannya bukan lagi diri sebagaimana mengasihi diri sendiri, tapi sebagaimana Kristus telah mengasihi aku, dan Sdr. memberikan semua yang ada pada-Nya, hidup-Nya agar aku dan Sdr. semua manusia justru mendapat kehidupan. Itulah pengasihan yang ultima.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s