Sai olo ma nang hamu paulion, songon angka batu mangolu, gabe bagas partondion jala hamalimon na badia, laho mamboan angka pelean partondion, halomoan ni roha ni Debata, marhitehite Jesus Kristus; 1 Petrus 2, 5

Disini memang ada satu kebiasaan yang lalu dianggap kesepakatan bersama untuk berlelang satu ayam yang dimasak dengan khas Simalungun, disebut manuk na niatur lengkap dengan bunga-bungaan dan juga na matah pinanggang (sira pege) yang. Makanan khas ini kemudian ditambah dengan tuak satu botol aqua 1 liter, jadilah itu rebutan untuk dilelang saat ada kegiatan di gereja, natal dlsb.
Untuk menyerahkan ini biasanya orang akan meminta diiringi dengan musik BE No 848, Dison adong huboan Tuhan, katanya.

Lagu ini pula diminta menjadi nyanyian saat memberikan persembahan dan silua, misalnya saat diadakan sekali sebulan lelang ringan. Akan dianggap lebih sakral jika membawa persembahan hasil bumi pada awalnya (tapi sekarang sudah malas orang, mereka lebih baik membawa unibis, atau sekadar mie instan beberapa bungkus) untuk menjadi persembahannya. Mungkin karena disebut sebagai lelang ringan, mereka membawa yang ringan-ringan saja. Jadi nyanyian BE tadi terasa cukup “berat” untuk persembahan-persembahan (silua) di gereja ya,..

Pergumulan Petrus ini mengingatkan kita bahwa apa yang paling berharga dari diri kita sepatutnyalah menjadi persembahan bagi Tuhan. Sebab Tuhan juga memberikan (baca : mempersembahkan diriNya sendiri) semua yang ada padanya. Jadi Tuhan tidak memberikan sebagian, atau bagian dari; tetapi semua yang ada padaNya yaitu hidupNya sendiri agar manusia sepatutnya mendapat keselamatan.

Dan yang paling penting persembahan itu menjadi kesukaan bagi Allah. Apakah sebenarnya yang dapat kita berikan sebagai yang menyenangkan Allah?? Sebab semua yang ada pada kita berasal dari Allah, hidup, waktu dan apa yang kita dapat raih, rengkuh dan miliki sekarang milik Dia. Ada tanah 1 ha, 2 rante, dlsb semuanya adalah pemberian Tuhan. Jadi tiada yang lain selain mempersembahkan hati kita, hati yang tulus untuk menjadi medan pekerjaan Tuhan melalui RohNya yang kudus. 1 Korintus 3, 16 “Tak tahukah kamu, bahwa hatimua adalah bait Allah yang kudus; hendaklah kamu juga kudus”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s