Jala solukhon hamu ma jolma na imbaru, na tinompa suman tu Debata, di bagasan hatigoran dohot hapolinon na marhasintongan; Eps 4, 24

Teks ini betul-betul dashyat diterjemahkan oleh Nommensen. Menceritakan tentang kehidupan orang kristen yang sudah mengalami kehidupan, cara hidup dan pola yang benar-benar baru. Mungkin karena rasul orang Batak itu adalah pengikut Pietisme, ayat ini menjadi sangat tepat dengan kata-kata “baru, berubah, mengenakan yang (baru) berubah”.

Kita sudah mendengar Amerika menciptakan sejarah dengan memilih Obama, senator Illinois muda itu menjadi presiden terpilih. Sesaat dia dipastikan terpilih, maka ada respon positif dan semua sektor perbankan, industri dan harapan-harapan akan kerjasama yang lebih konstruktif dari beberapa negara – terutama pasti Indonesia, sebab Obama pernah tinggal di Jakarta bukan.
Menurut banyak orang keberhasilan Barack Obama adalah komitmennya untuk segera membenahi negara adikuasa itu dalam perubahan. Mungkin perubahan yang dimaksud tidak dapat dicapai dalam satu tahun, atau satu periode namun yang pasti sekarang waktunya kita membuktikan apa-apa yang dapat kita wariskan kepada anak cucu kita, katanya. We believe in CHANGE !!

Surat ke jemaat Efesus mungkin adalah satu surat Paulus yang terbaik; memuat banyak petuah-petuah praktis yang mudah difahami oleh kaum muda dan uzur. Didalamnya ada tuntutan untuk menjadi orang percaya yang mau selalu diperbaharui dan digubah serta mengubah diri. Menjadi ciptaan baru, sama dengan Allah adalah cita-cita Allah sejak awal menjadi sama dengan Dia dalam Imago Dei. Citra Allah. Semua sisi kehidupan manusia harus bercermin pada citra Allah.

Tidak ada lain menjadi ciptaan baru : kebenaran dan kekudusan yang sejati. Kebenaran sejati, sekali lagi yang sejati, menjadi mata uang yang berlaku kapan dan dimana saja. Andaikata kita tidak memiliki uang, namun dengan kebenaran sejati yang ada dalam diri kita akan ada harapan untuk hidup, bukan!? Demikian juga kekudusan yang dimaksud Paulus, agar setiap orang dalam pergumulannya menjadi kudus. Bisnis mungkin kotor, tapi tidak mesti kotor kata Eka Darmaputera dalam bukunya Etika Sederhana. Kita berbaur dan memang harus tinggal disini, masih di dunia ini namun kita diberi kesempatan oleh Tuhan menjadi umat-Nya yang kudus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s