Ayat Bulanan Ini : Oloi hamu ma Jahowa dohot biar ni roha, jala marolopolop ma hamu, huhut angka hitir; Psalmn 2, 11

Marolopolop huhut angka hitir. Hmm, dua keadaan yang harus dilakoni pada saat yang bersamaan, untuk segala kegiatan yang bersamaan. Mungkin sulit untuk diterima. Mungkin jika ini masalah benar-salah, atau judicial mana mungkin kita bisa menjadi bersukacita sekaligus diam dalam takut (segan dan gentar-gemetar). Bisa dibayangkan ada orang memperkarakan perkaranya, ia yakin dalam kebenaran sekaligus diminta untuk menjadi periang, penggembira dalam kasusnya itu.

Bulan ini kita disibukkan dengan persiapan-persiapan natal dan oikumene (baca : natal saja) gono gini. Yang jarang ke gereja sekarang akan lebih rajin dan seharusnya lebih rajin datang untuk latihan marayat-ayat, kata anak sekolah minggu di Jorlang Huluan. Biasanya anak kost di Sidamanik atau di Siantar pulang kampung sekali sebulan kini bisa jadi sekali seminggu atau sekali dua minggu karena ada latihan drama, operet atau sekadar latihan “liturgi” katanya. Gereja sedang sibuk mempersiapkan diri menyongsong suasana Natal, dan dana yang harus dikeluarkan untuk natal Oikumene sebesar 700 ribu pula pergereja. Menyusun jadwal Natal tahun ini, apakah tanggal itu anak rantau, perantau sudah datang dan mudik. Siapa yang bisa mengadakan Natal pas tanggal 31 Desember, karena konon katanya di gereja ini tidak boleh mengadakan Natal sebelum tanggal 25 Desember tiap tahunnya. Jadi daripada dua kali kerja baiklah kita memilih tanggal 31 Desember, sekaligus mar-tahun baru di gereja.
Baru saja eme, padi yang dikumpulkan pada Pesta Gotilon lalu ditimbang sudah ada banyak komentar. Dulu, dulu lagi katanya padi itu tidak pernah dijual kepada “orang lain”; maksudnya warga gereja lainnya. Mesti warga gereja kita. Tapi sekarang, memang ada orang yang bersedia menampung padi itu dengan harga yang pasti lebih murah, dan siap membelinya karena paro paruntungan, tapi urusan dia aktif ke gereja atau tidak urusan nomor dua.
Ada pula sebagian lain yang memaksakan dirinya, mesti diberkati karena akan menikah di gereja pertengahan desember nanti. Alasannya, karena cuti kerjanya tidak cukup, pula karena alasan tinggal di Jawa, padahal dia martahun baru di kampung; kalau bukan jadi tinggal di kampung. Jelas-jelas dia tahu ada aturan jemaat untuk hal itu, tapi memaksakan diri : mesti, mesti. Tidak ada waktu lain katanya.
Bagaimana mungkin bersukacita, sekaligus tinggal dalam Takut Akan Tuhan. Jadi sekali lagi ikrar keimanan dari pemazmur ini adalah tentang kekudusan dan kemaha-adilan pengadilan Allah. Jika di dunia orang mencari keseimbangan dalam pengadilan; si pencuri ayam dihukum pasti tidak lebih berat daripada orang yang korupsi milyaran rupiah. Ada orang yang melakukan premanisme, kekerasan, penganiayaan bahkan pembunuhan, keluarga korban meminta supaya pelaku dihukum seberat-beratnya setimpal dengan perasaan mereka yang terluka, kehilangan anggota keluarga dlsb. Tapi Tuhan, Tuhan memiliki keadilannya sendiri. Jalanmu bukanlah jalan-Ku, pikiranmu bukan pikiran-Ku, sebut Allah kita. Jadi perbedaan itu sangat jauh dan tak mungkin terjembatani jika kita hanya mau mengandalkan pemikiran dan pengertian kita sendiri. Tapi untunglah, lagi-lagi untung Tuhan mau mendekatkan diri dan bahkan sama menjadi manusia, agar kita dapat belajar memahami rencana-Nya untuk kebaikan kita.

Jadi bulan ini gereja diminta untuk mencari kebenaran dibalik rencana Allah. Dia harus mau bergumul dalam doa dan perubahan, sehingga segala rencana, pelaksanaan dan kegiatan betul-betul menjadi berkat bagi orang dan kemuliaan Tuhan. Ini juga mengingatkan kita, mau bergandeng tangan saling membantu guna menghadirkan kesejahteraan, mengusir krisis dan permasalahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s