Ai molo mulak hamu tu Jahowa, jumpangan asi ni roha ma hahaanggimuna dohot anakhonmuna maradophon halak na mamuanghon nasida, asa mulak nasida loasonNa tu tano on. Ai parasi roha jala pordengganbasa do Jahowa, Debatamuna i, jala ndang tagamon padaoonNa bohiNa sian hamu, molo mulak hamu tu Ibana; 2 Kronika 30,9

Kitab kesejarahan Israel ini mencatat bahwa pulang dan berbalik kepada Allah adalah satu-satunya kunci untuk bisa mendiami negeri ini. Pertobatan dari menyembah dan percaya kepada illah lain dan kekuatan dunia ini adalah jalan satu-satunya agar ada simpul kesinambungan dalam generasi ke generasi yang hidup layak sebagai pendiam di negeri. Itikad dan perbuatan baik mungkin adalah mata uang yang berlaku dimana dan kapan saja; jika bukan kita yang menuai mungkin penerus kita, adik-adik kita, dan generasi berikutnya.

Kecakapan untuk kembali dan bertobat secara kerohanian adalah gambaran dari kerendahan hati. Dari yang berdasi menjadi tidak berdasi, kata Pdt Edi Manullang dari Tanah Alas. Dari yang formal ke yang tidak atau informal dlsb. Dari yang mementingkan diri sendiri, menjadi turut memperhitungkan dan memperjuangkan sesama terutama saudara-saudara yang paling dekat dengan kita. Menggantungkan diri pada Tuhan dalam segala tindakan kita mungkin adalah jawaban dari persoalan kita.

Hari-hari ini adalah waktu-waktu yang sulit untuk kita semua. Para petani sawit menjerit seiring dengan ambruknya harga jual cpo ini hingga 400 perak saja. Belum pernah terjadi dalam sejarah komoditi yang dihargai dengan dollar ini menjadi boomerang bagi mereka. Harga-harga barang di pasaran tidak tertahankan; dan apapun yang kita tanam sekarang diterawang tidak akan laku. Lelahnya menanam jagung, menyiangi lahan, menjemur lagi, hingga menimbang untuk menjualnya dengan harga “miring”; masakan cuman 1200 perak perkilonya untuk waktu dan tenaga selama kl 3 bulan itu. Mungkinkah ini ulah para pendahulu kita, atau kita sendiri yang dengan tidak segan-segan lagi menunjukkan sikap arogansi, sikap yang mementingkan diri sendiri dan kerakusan akan harta benda, dll.

Mengingat bahwa Allah adalah Allah yang pemurah dan pengasih seharusnya menyadarkan kita betapa kita juga perlu mengisi diri kita dengan pancaran kemurahan dan pengasihan itu. Dengan menghidupi ini mungkin akan ada masa depan kita dan sesudah kita yang lebih baik. Jadi perlu segera disingkirkan sikap mementingkan diri sendiri, mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri untuk berbalik dan bertobat kepada Tuhan saja. Janji itu mengeyangkan kita, selama kita berpaling dan pulang kepada Tuhan, Dia tidak akan memalingkan wajah dan menjauhkan diri dari kita.
Pulanglah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s