Hinorhon ni pangasii ni Debatanta; ai binahen ni i do ro na binsar sian ginjang i manopot hita; Lukas 1, 78

Hingga pukul 10 pagi memang sinar matahari pagi memberikan efek baik baik manusia. Karena itu sinar matahari pagi memberikan makanan perlu bagi kulit dan tubuh manusia. Sinar ultraviolet membangkitkan semangat dan vitalitas bagi tugas dan pekerjaan-pekerjaan kita. Sama seperti bangun pagi hari memberikan kesegaran dan semangat untuk lebih awal bekerja.

Mungkin karena Lukas adalah juga seorang tabib, dia memandang perlu kesehatan manusia secara rohani dan juga jasmani. Karena dalam diri yang sehat dan bugar akan keluar pemujian dan ibadah yang benar. Dan dari situ pula akan keluar sikap hidup dan perbuatan-perbuatan baik. Baginya Kasih Allah sejak semula adalah pemberian, ibarat mentari pagi yang tetap memberikan cahaya dan kehidupan bagi segala ciptaan, tidak pernah Dia berbohong. Besok matahari akan bersinar lagi. Siapa yang berani menjamin bahwa besok matahari tidak akan memancarkan sinarnya memberi kehidupan.

Kata “binsar” atau terbitnya “surya pagi” menjelaskan sejak awal janji Allah tidak pernah diingkari. Ia mengasihi manusia terus menerus dan berulang-ulang, meski.. Meski kita terlalu sibuk sehingga melupakkan Dia; terlalu berhati-hati sehingga mengandalkan nalar dan kemampuan kita saja; terlalu takut sehingga tidak memperdulikan sesama. Jadi kita mesti mengamini bahwa kita juga perlu bangun dan bangkit lebih awal dan menyongsong pekerjaan dan tugas kita dalam pengasihan-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s