Jadi marlas ni roha ma hamu manahui aek sian mual ni hatuaon; Jesayas 12,3

Bagi manusia secara umum air sudah menjadi salah satu kebutuhan hidup. Setiap orang memasuki atau menempati suatu daerah baru akan berusaha sebisa-bisanya mengusahakan adanya air. Dan air menjadi salah satu lambang kemakmuran, air yang jernih dan berlimpah-limpah sumber kehidupan. Tak salah air disamakan setara dengan tanah sebagai kehidupan itu. Indonesia tanah air kita. Orang bisa bertahan hidup tiga hari, kata ahli dengan air meski tanpa air. Setiap rongga kehidupan diisinya untuk memberikan kehidupan. Tapi baiklah kita tidak akan membahas air H2O lebh jauh.

Allah juga memberikan “air” kehidupan kepada umat-Nya Israel bahkan jika mereka harus memasuki wilayah penjajahan. Mereka harus hidup sebagai tawanan dan orang asing di negeri penjajahnya di Babel. Namun Tuhan tetap mengingat mereka dan mencukupi segala kebutuhan jasmani dan rohani mereka. Tidak saja memberikan kesejahteraan melalui berkat, Dia juga memberi pelajaran dengan menghajar mereka.

Bahkan Tuhan sendiri adalah sumber mata air yang sejati. Barangsiapa yang minum dari air yang Kuberikan, dia tidak akan haus lagi untuk selama-lamanya, kata Tuhan Yesus (Yoh. 4,14). Air itu menjadi sumber hidup yang menghidupkan, bahkan kehidupan itu sendiri, yaitu Yesus Kristus. Tidak ada kita yang dapat bertahan hidup tanpa air hidup. Jadi semua orang dapat mengambil air hidup itu dan menerima kehidupan sejati, mengingatkan kita perlunya memelihara kehidupan dengan air hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s