Prilaku Finansi Seorang Jorlang 1

Entahlah saya juga tidak pernah habis pikir seorang Bapak, kepala sebuah keluarga di Jorlang ini bisa duduk di lapo sampai tengah malam hanya untuk minum tuak. Ini tidak berlaku sesekali saja, hampir tiap malam si Bapak hadir disitu. Kadang saat ia baru saja panenan jagung yang tidak seberapa, dia bisa lebih lama lagi pulang hingga dini hari karena ikut main kartu. Ada juga yang mempercayai bahwa duduk di lapo adalah kebiasaan saja untuk mengusir lelah setelah siang tadi banting tulang mengolah tanah atau marjetor.

Suatu waktu ada juga yang mengeluh karena masuk angin, dan terpaksa harus berobat dan disuntik bidan desa br Sipayung. Karena hampir tiap malam mangkal dan main judi di lapo akhirnya si Bapak harus opname, dan tidak bisa mengerjakan pekerjaannya. Atau bagi sebagian lain, merasa bahwa dia harus membuat sesajen karena merasa bahwa sakitnya bukan sakit biasa tapi ada leluhurnya dan orang tuanya yang sudah meninggal menegor dia. Untuk itu dia harus mencari ayam kampung mirah yang bahkan harganya bisa mencapai Rp. 35.000,- perkilonya.

Ini menjadi salah satu gambaran dari seorang Bapak Jorlanger, maksudnya penduduk di Nagori Jorlang Huluan, Kecamatan Pamatang Sidamanik. Nagori (Dusun) ini terletak kl 9 km dari ibukota kecamatan Sidamanik, yaitu Sidamanik. Warganya mayoritas adalah petani mengolah sawah ladang turun temurun. Sebagian kecil menjadi toke menampung hasil bumi yang diusahakan oleh para petani. Rata-rata kaum Bapak adalah juga paragat, yaitu mengusahakan menderes tuak dari pohon nira. Mereka kadang-kadang bisa menjual hingga 2 kaleng (1 kaleng 30 botol tuak asli), dan harganya cukup lumayan. Tapi itu semua kadang-kadang harus dipotong dengan tuak yang ia habiskan malam-malam tadi di lapo, dan sekali seminggu mereka berhitung dengan tukang lapo.

Pernah waktu jahe menjadi primadona, setiap jengkal lahan tani di Jorlang Huluan dan sekitarnya tidak ada yang tersisa semuanya ditanami jahe hingga ke Nagori Sihaporas.Sampai pada tahun 1980-an ada sejenis virus dari tanah yang kemudian menggerogoti tanaman jahe, hingga membuat orang menjerit. Bibit yang ditanam bisa mencapai 200kg dan Anda tahu hasilnya, hanya 50 kg. Itu pun dengan harga yang sangat memprihatinkan. Kenyataan ini membuat kehidupan masyarakat secara umum terpuruk, karena rata-rata mengusahakan jahe dan sangat berharap akan hasilnya yang melimpah ruah. Tanam 1 dapat 10, siapa yang tidak tertarik dengan itu dalam waktu kl 3 bulan, panen!! Akhir-akhir ini ada harapan orang dengan semakin luasnya orang menanam dan mengusahakan tanaman kopi ateng atau sering disebut orang kopi sigarar utang. Tanaman ini memang berusia pendek, dan sudah menghasilkan pada usia 26 bulan. Hasilnya bisa dipetik pagi, digiling membuang kulit luar dan arinya kemudian mencuci dan mengringkannya sebentar untuk menjualnya di Pokan Sidamanik Rp. 14.000,- perkilonya.

Tapi si Bapak masih saja tetap di lapo. Kadang-kadang dia menghabiskan 2 bungkus salito (153) sejenis kretek yang dibeli dengan harga Rp. 4000-, perbungkusnya. Karena asik terus bercakap-cakap, ngalor ngidul bisa dihabiskannya, ditelannya 7-8 gelas malam itu. Dengan kadar alkohol yang lumayan (karena masih relatif asli) dia akan terhuyung-huyung dan tertawa, menertawakan lelucon teman disampingnya sambil membayangkan apa yang terjadi dengan orang yang diomongin itu. Anda tahu kan, setelah itu dia akan berusaha bangkit untuk pulang, menggoyangkan sedikit kepalanya untuk mengukur kemampuannya berjalan, sambil menguap beberapa kali karena kantuk yang sudah menyerangnya. Dia akan berhutang dan minta dituliskan saja pada bon nya apa yang dihabiskannya malam itu. Lalu pulang ke rumah di jalan setapak antara rumah-rumah yang tidak berlampu jalan. Terseok-seok dia meninggalkan arena minumnya, dan akh, habis sudah perjuangannya hari ini untuk tenggen (mabok) dan berencana besok akan kembali lagi ke sana.

Bersambung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s