“Situtu do na Hudok on tu hamu, nasa na binahenmuna tu sada sian anggingKu angka na metmet on, na tu Ahu do i dibahen hamu”; Mateus 25,40

Bagi penulis Injil Matius ungkapan satu perbuatan atau tindakan lebih berarti dari seribu ungkapan dan uraian kata-kata moralis. Jadi perbuatan dan aksi nyata salah satu kunci dalam memahami ajaran Yesus. Selain menghidupi firman juga diperlukan sebuah implementasi dari pemahaman dan pendalaman akan firman, itu sering kita dengar.

Tapi apakah yang cukup kecil atau hina, sekarang ini? Dalam persaingan dan kerasnya hidup masih adakah yang terlalu hina dan kecil. Ini dianggap sebagian sebagai tindakan karitatif, memberi berbungkus-bungkus mie instan, pakaian bekas, atau pengobatan gratis sekenanya. Mungkin bukan hanya ini yang dimaksud Tuhan; tapi lebih dari itu yaitu supaya kehadiran kita bisa menguatkan orang, menambah kepercayaan seseorang, meski itu kecil, sederhana atau bahkan dianggap sepele.

Perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, kata Kolose 3,23. Jadi ukuran perbuatan dan tindakan kita kepada sesama adalah perbuatan kepada Tuhan. Tak dapat dibayangkan betapa banyaknya tindakan menolong,menguatkan sesama. Memang, perbuatan sesederhana apa pun akan sangat berarti bagi yang kecil atau hina. Sama seperti contoh baik yang kecil dari orang tua akan sangat berarti bagi anak-anaknya kelak. Seperti yang tua membimbing yang lebih muda untuk menghargai orang lain.
Buanglah sampah pada tempatnya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s