Pendoa Sejati

Dihari kedua, saat sessi Barita Jujur Taon (BJT) dan Barita Pangulaon (BP) dari Uluan HKBP, sebenarnya banyak terjadi tanya jawab yang menegangkan dari ruang Auditorium HKBP Seminarium Sipoholon. Betul, Sinode telah berakhir dan banyak sudah penyataan Sinode Godang HKBP berhasil, aman tertib dan berjalan sukses di Agendanya.
Tapi banyak pula yang menjadi tersandung dengan sistem persidangan dalam Sinode itu. Katakanlah ada banyak peserta yang Sinode tahun ini adalah pengalaman pertama, para utusan pemuda dan parompuan tidak menyangka adanya rebutan mike untuk bicara, suara yang riuh rendah dan mungkin ketidakmampuan Ketua Majelis Persidangan mengendalikan dan memimpin jalannya sessi BJT dan BP dari Uluan. Sidang harus diskor berulang-ulang menjaga iklim yang kondusif, supaya orang tidak asal-asalan ngomong, apalagi hanya palua taru dan pasombu tagas. Ada pula peserta yang merasa dituakan berani-beraninya memberi petuah a la legislatif pada sinode. Huh..

Menurut seorang peserta yang kebetulan seorang Sintua dan bukan anggota legislatif apalagi par-jakarta dia kecewa melihat banyaknya peserta yang tidak teratur, berbicara dengan memojokkan orang lain, polemis dan tidak mau antri saat akan memilih dalam pemungutan suara.
Tidak banyak yang seperti ibu-ibu ini menjadi pendoa, mendoakan jalannya Sidang Sinode semoga tetap dalam kedamaian dan kehendak Tuhan. Mereka mendoakan agar setiap peserta agar menjadi pendoa dalam berbicara, memberi suara dan peran dalam Sidang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s