Bahan Khotbah Minggu di HKBP, Minggu 16 Februari 2014

Bahan Khotbah Minggu di HKBP, Minggu 16 Februari 2014
Nas : Ulangan 30: 15-20
Text : Deuteronomy 30: 15-20

Sebagaimana namanya, kitab Ulangan [Deuteronomy] adalah pengulangan kisah klasik penyampaian kotbah Musa kepada bangsa yang siap-siap menduduki Kanaan. Peristiwa ini dapat ditemukan sebagai semacam rangkuman dari apa yang sudah-sudah yang pernah disampaikan Allah melalui Musa.
How makes it differ!?

Simply because God has chosen it. Allah telah menentukan bahwa bangsa itu tidak semuanya masuk ke tanah Kanaan. Semua generasi yang keluar dari Mesir mesti mati di padang gurun, karena mereka menyembah kepada berhala yang mereka buat sendiri.
Hanya ada Yosua dan Kaleb, mereka yang sampai ke tanah Kanaan dari keberangkatan awal dari Mesir. Itu karena Allah sendiri menetapkan mereka memimpin dan meneruskan tugas Musa yang agung membawa bangsa itu menaklukkan orang-orang, bangsa yang mereka lalui dalam perjalanan yang panjang itu.
Harap diingat, bahwa perjalanan seperti itu adalah perjalanan yang super melelahkan. Bukan saja tenaga, berpuluh-puluh tahun mereka harus mengembara di padang gurun yang tidak ada air dan makanan. Krisis kepercayaan dan iman mereka terus menjadi tantangan besar alam arak-arakan tersebut. Perang, pertikaian dan musuh yang mereka hadapi terus menekan mereka. Tapi tokh Tuhan tetap membangunkan mereka dengan kegentaran demi kegentaran, kesusahan pada satu sisi tetapi kemenangan demi kemenangan, kelimpahan pada sisi yang lain. Itulah cara Tuhan bekerja.
Maka, bagaimana membuat mereka memilih jalan yang benar dan tujuan yang benar !? Itulah pekerjaan Allah sendiri.
**
Bahwa Musa bertugas untuk menyampaikan perintah pemilihan itu, dia sudah menunaikan tugasnya.
Ada yang menarik dari perkataan pembuka dalam perikop ini, yaitu bagaimana Musa menggambarkan bahwa perintah itu, ketetapan Allah itu adalah sesuatu yang sudah ada di hati mereka. Tidak usah kau cari di langit, alasan untuk mengatakan itu terlalu jauh. Atau itu bukan sesuatu yang ada di seberang lautan, sehingga siapakah yang dapat menyeberangi lautan maha luas ini untuk membacakannya kepada kita ? [Ulangan 30, 12-13].
Itu bukanlah hal baru bagi mereka. Itu sudah diberikan Tuhan Allah, sedikit demi sedikit dan terus menerus dalam semua tindakan dan pemeliharaan Tuhan disana.
Apa yang ada di hatimu!? Yang sudah ada ? Jadi sejelas mereka kembali ke hati mereka sendiri, sebagai yang diberikan Tuhan Allah, itulah caranya membuat pilihan mereka menjadi berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Allah.
Mungkin aplikasi yang jelas sekali dalam kotbah yang berdasar pada Ulangan 30, 15-20 ini adalah seperti apakah tugas orang tua menunjukkan kepada anak-anaknya tentang pilihan hidup. Orang tua yang bijak tentu tahu, dia bertugas hanya untuk memberitakan pilihan itu; menyampaikan dengan sejelas-jelasnya pilihan-pilihan itu kepada anaknya.
“Dulu Tuhan memberikan engkau, nak kepada tanganku, sekarang aku mengembalikanmu kepada tangan Tuhan!” Alih-alih memaksakan inilah atau itulah yang harus kau pilih orang tua hanya bertugas menghantarkan kepada anaknya sejelas mungkin apa pilihan hidup. Dengan demikian orang tua akan lepas dari penyesalan di kemudian hari. Karena apa !? Karena kadang-kadang apa yang baik bagi orang tua belum tentu baik bagi anak; meski pun pastilah setiap orang tua ingin memberikan apa yang terbaik, terindah dan terjamin kepada anak-anaknya. Hal itu tidak usah diragukan lagi.
Saya heran ada orang tua, yang selalu berbicara kepada anak-anaknya tentang hal yang itu itu saja. Bolak balik, hanya itu yang dikatakan. Padahal seperti kita tahu, manusia itu adalah makhluk yang sukar untuk mendengar, oleh sebab itu jarak antara telinga dan mulut begitu dekat, kalau bukan paling dekat. Susah untuk mendengarkan! Apalagi yang dikatakan itu adalah hal-hal yang sudah berulang-ulang dikatakan tanpa pemaknaan baru.
How makes it always differ!? Bagaimanakah pilihan kita berbeda? Hanya karena kita terikat kepada Tuhan. Itulah ketaatan. Itulah iman untuk memilih.

Bahan kotbah untuk minggu tanggal 16 Februari 2014 ini menurut Almanak HKBP adalah ujaran yang disampaikan oleh Musa, pemimpin Israel itu saat mereka akan sudah masuk ke tanah Kanaan.

artikel berhubungan :

Kotbah Minggu HKBP, 2 Maret 2014 [Matius 17: 1-9]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s