SCRAP KOTBAH TANGGAL 3 Agustus 2008 : Amsal 30,10-9

Apa yang dikatakan Agur bin Yake dalam masal ini adalah cuplikan kehidupan kebanyakan kristen pada zaman ini. Ada banyak anak yang tidak lagi menghormati orangtunya, menghujat dan mendengkinya. Apalagi jika orang tuanya sudah renta, tidak segan-segan ada banyak anak yang mengusir orang tuanya.
Hukuman bagi mereka yang tidak menghormati orang tuanya adalah sebagaimana dalam ay 17, akan mati mengenaskan. Hukum itu akan tampak dalam kehidupan si anak di kemudian hari dan sepanjang hidupnya.
Karena itu sangat tepat apa yang dikatakan dalam ay 8, jangan berikan kepadaku kekayaan dan kemiskinan tetapi berikanlah kepadaku apa yang mencukupkanku; atau sebagaimana doa yang diajarkan Tuhan Yesus dalam mat 6, berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Mungkin kata kuncinya adalah secukupnya. Dengan kecukupan dari Tuhan orang dapat merasa bersyukur.
Ada seorang pemuda bernama Narsis yang suatu hari berjalan di hutan dekat telaga dan melihat wajahnya sendiri di air. Ia terhenyak dan terpsona tidak pernah membayangkan dirinya sebagus dan segagah itu. Sejak saat itu ia sangat mencintai dirinya sendiri. Ia terlalu mencintai dirinya sendiri, cukup membuatnya mendongak keatas dan tidak memerdulikan orang-orang, keluarganya dan sesamanya manusia.
Kini ada banyak narsis yang juga terlalu mencintai diri, kebutuhan dan keinginannya sendiri sehingga bahkan kepentingan orang lain dikorbannya demi dirinya sendiri. Inilah Narsisme. Terlalu mengasihi dirinya sendiri dan akhirnya tidak memerhtikan sekitarnya apalagi menolong.

grow togetheR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s