Pdt JAU Doloksaribu Kampanyekan MusicBox HKBP

Sermon tanggal 25 Juni 2008 : Poda Sian Raja Salomo 4, 1-9

Pdt Jonggi AU Doloksaribu Mmin tetap pada pendiriannya bahwa harga 1 buah musicbox dengan teks (LCD atau in focus disediakan tersendiri) adalah 6,5jt. Belum kurang juga, ya !!?? Berisi kl. 2662 nyanyian dan lagu berlatar buku logu HKBP dan bukuende HKBP katanya. NKB, KJ, PKJ, BE, Koor, Lagu Populer Kristiani, dlsb.
bagi beberapa kalangan musicbox dianggap tidak membantu, Alasannya mematikan kreativitas parapemain music yag telah ada. Namun menurut pdt JAU, ternyata diseluruh jemaat HKBP paling banyak 100 pemain music (keyboard, poti marende, dlsb.) yang cukup professional dan memainkan buku logu HKBP dengan baik dan benar. Sehingga dapat saja musicbox dipakai sekali dalam sebulan atau sesuai dengan keperluan di jemaat tsb.
Katanya pula music box yang mereka kerjakan 3,5 tahun ini adalah musicbox pertama dalam satu synod.

Pada kesempatan menjemaatkan musicboc tsb. Beliau memberikan sumbangan atas bahan sermon untuk Ev tanggal 29 Juni 2009; Poda (Amsal) 4, 1-9
Di bd 1,7, dihatai do nang “biar mida Jahowa do mual ni pasupasu dohot habisuhon”.
Berbicaralah beliau tentang 4 kecerdasan Quotient yang katanya keempat adalah physical qoutient pq. Dari kecerdasan yang kita kenal hingga kini Physical Quotient (Kecerdasan Fisik). Keempat kecerdasan itu mencakup kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional (kemampuan mengungkapkan perasaan, emosi, marah, kagum, kecewa, dlsb. Secara tepat pada waktu yang tepat), demikian juga kecerdasan spiritual adalah kecerdasan dalam keimanan memaknai ibadah, doa, kebaktian, sermon dengan segala persiapannya), dan juga mencakup kecerdasan fisik (misalnya, sebagaimana seorang pemain bola adalah seseorang yang memiliki kecerdasan fisik; pemain piano karena dilatih, dlsb.).

Katanya dalam Poda 4, yang dibicarakan adalah keempat kecerdasan tsb termasuk sebagai asal dari berkat Allah dan kata yang dipakai adalah khokma dan tequlla artinya marbisuk, malo, kebijaksanaan hikmat bisuk malo pistar jala skillfully.

EMPAT tipe orang tua batak lih juga kristen :

Tipe 1-1 sebagaimana diagram menunjukkan orang atua jenis ini mengharapkan bahwa anaknya arang di sobusubu asal loas ma malapalap asal ma dihangoluan; ndang pola diharaphon manang na gabe aha pe ianakhonna.

Tipe 1-9: Mangolu dope prinsip i, “Anakhonki do hamoraon di au”, ninna ibana asa denggan ma dituhoei sude nagka na ringkot. Anak jenis ini kelihatannya menjadi manja dan tidak memiliki semangat yang kuat dan ia tidak burju oto ma on molo tung dipinjam donganna hepeng ndang pola dilaulak ndang pola mahua i. Hea do SD dope nunga disangkui arga 100rb manang SMP dope nunga disakkui arga 500rb ninna.
Jala memang ndang adong pola harapan manang keinginan orang tua disi holan dibutuhi sude angka na ringkot di ibana.

Tipe 9-1 : Tipe ini adalah tipe orang tua yang mengharapkan anaknya menjadi petinggi dan sukses tetapi tidak seimbang dengan dukungannya kepada anak. Didok anakna i, Bapa dia jolo hepepng manuhor buku. Buku, Allang ma gambo i ninna. Ujung na anak seperti ini akan menjadi anak yang sampai dewasa menjadi putus asa, stress dan sampai bunuh diri. Demikian besar harapan kepadanya tetapi dana dan dukungan tidak diperolehnya dari orang tua.
Atau seperti yang dikatakan orang tua, iba pe na baru dokter manarik beca do. Jadi ia ho, aha ma imbarmu ninna rupani tu gellengna i. ujungna mandele ma dakdanak i jala putus ma semangatna ate.

Tipe 9-9 : Tipe seperti inikah Anda? Katanya sebesar harapan dan keinginan orang tua itu diimbangi juga dengan pemenuhan segala kebutuhan dan keperluan anak-anaknya bukan saja materi tetapi termasuk juga sebagaimana disampaikan dalam Poda 4, 1-9 adalah pengajaran dan didikan dari orang tua tsb.Tentang sikap orang tua terhadap pendidikan anak dan keluarga. Hikmat (khokma) yang benar adalah yang berasal dari Tuhan.
Selengkapnya, kampanye Pdt JAU dalam format mp3; 550kB ready.
Pdt Jonggi AU Doloksaribu, MMin.

34 comments

  1. Horas Amang,

    Saya mengakui bahwa music box ini ada manfaatnya dan terlebih pada kerugiannya.
    Pertama karena saya adalah pemain musik di salah satu gereja HKBP, saya melihat adanya ketidaksetujuan pada para jemaat HKBP kita ini ttg music box ini, dan bagaimana gereja kita dapat bertumbuh dalam iman jika talenta2 kita yang diberikan Tuhan Yesus ini tidak dikembangkan dan hanya mengandalkan barang2 seperti music box ini, terutama talenta2 yang diberikan Tuhan untuk bermain organ di gereja

    Saya tahu perkembangan jaman yg telah membawa kita ke dunia yang lebih maju, tetapi apa susahnya kita mempersembahkan talenta anak2 generasi penerus gereja HKBP untuk mengembangkan talentanya khusunya bermain musik di gereja..

    1. Pdt JAU sendiri bilang bahwa memang musicbox diadakan bukan untuk mematikan kreativitas dan talenta musik pada anak-anak Tuhan. Justru ini untuk memacu mereka supaya lebih kreatif, karena musicbox (seperti yang Anda tahu bisa dipakai pada minggu-minggu tertentu saja); selain itu para pemusik bisa mengolaborasi permainan mereka dengan musicbox. Di HKBP Rawalumbu, musicbox dipakai dan diiringi harmonis dengan organis dan musik tiup, dan kelihatannya baik.

  2. Salam kenal Amang…
    Saya seorg jemaat Katholik dr paroki Gereja St. Anna Pondok Bambu dan latar belakang pendidikan saya pun tak terlalu tinggi hanya sampai S1 saja dr lulusan suatu PT swasta yg tak bernominasi pula. Sekitar th 2004, amang Pdt Jau Doloksaribu mengajak saya utk menciptakan suatu system yg digunakan utk mengiringi lagu2 Gereja. Dgn bekal ilmu pas-pasan, saya coba utk mewujudkan ide dari Pdt Jau. Puji Tuhan, th 2005 saya berhasil walau systemnya belum sempurna. Perbaikan demi perbaikan pun saya kerjakan sampai akhirnya th 2007 system sdh stabil. Yg kemudian oleh Pdt Jau dibawa dan diperkenalkan kepada jemaat HKBP di Medan dan sekitarnya. Sayangnya yg terbawa oleh Pdt Jau utk didemokan bukan laptop yg sdh saya proteksi. Jd hasilnya gitulah amang, tinggal copy habis aja deh…. :) Lepas berbicara dr soal mematikan kreativitas, soal hak cipta, soal nilai, soal keuntungan, dsb, pd akhirnya kita hrs mengakui ide Pdt Jau itu bagus dan baik. Sejauh semua itu bukan bersifat duniawi melainkan rohani. Krn dgn menyanyikan lagu2 Gereja yg baik dan benar sama saja seperti kita berbicara dgn Allah Bapa atau saat kita berdoa kepadaNya. Dan itulah yg ingin diwujudkan oleh seorang mantan Praesess Jakarta 3, Pdt Jau Doloksaribu sampai saat ini. Trima kasih amang Bakti J Situmorang, God bless you…

  3. Horas…Amang, sy mau tanya mengenai harga musik box untuk saat ini sudah berapa ya.

    salam
    Thohonan

    1. Menurut Bapak JAU sekarang edisi terbaru Musicbox yang sudah banyak pengembangan harganya 15 juta di laptop.

  4. Horas amang, ai boi do gratis musik box i? ai ndang adong hepeng ni hurianami laho manuhor musik box i. Mauliate

  5. (Saya perkenalkan diri saya Pribadi…..
    Saya Seorang yang berkepribadian seorang IT di Bidang Komputer terlebih dibidang HardWare Komputer/Notebook/Laptop…dan kebetulan saya seorang anak Jemaat HKBP Distrik Pantai Timur Labuhan Batu (HKBP Sentosa Ajamu), yang sekarang berdomisili di Samosir……dan Ayah saya dulunya seorang Sintua dimasa Distrik Asahan Labuhan Batu (ASLAB) HKBP JETUN) dan sekarang aktif bekerja di Pemerintahan Kabupaten Samosir). yang kemaren sekitar Tahun 2007, orang yang pertama berhasil menguji coba menyadap/ Mengcopy Music Box tersebut setelah ada persetujuan dari Praesess terkait, dalam hal untuk menguji coba sekuat apa Proteksi yang telah dibuat oleh Programmer Music Box oleh Bpk. Sonny…..ternyata dapat saya tembus dengan menelan waktu sekitar 1 jam kurang lebih semua lagu telah ter copy…)
    Jadi klu boleh tahu siapa nama Pdt. yang dari Sidikalang itu Amang….biar saya tahu mengklaim ke Amang Pdt. itu sendiri….

  6. Iya amang tetapi apa bedanya lagu terjemahan taridem idem itu dgn lagunya aliran Kahrismatik yg diterjemahkan dari lagu Copy dangdut, padahal buku logu itu diciptakan ratusan tahun yl oleh orang2 yg punya talenta luar biasa dari Allah bapa dan sampai saat ini TIDAK ADA yang mampu menyamainya.

    Satu hal lagikalau sudah pakai musik in box nantinya juga lebih baik kita dengarkan kotbah juga dgn inbox tidak perlu datang ke greja cukup beibadah di rumah sambil ngopi dan menyanyi dgn di iringi musik dan kotbah ala in….box. aduh…amit2 deh

  7. Yang saya tau amang bahwa ibadah yang sakral adalah ibadah yang seluruhnya dilakukan secara live,jadi ibadah HKBP jangan ditawar2 dong, yang perlu dilakukan adalah memberikan kursus musik greja kepada jemaat, itu yg utama tugas seksi musik(departemen musik0.

    Yang saya tau Buku logu itulah pertama kali yg dimiliki greja di Indonesia, seharusnya amang wajib mewartakan ini ke jemaat bukan malah bikin2 musik in box yg sangat merendahkan nilai si pembuat buku logu yg amat cerdas ini, jadi stop amang jangan rendahkan nyanyian ibadah kita, apalagi di bukusuplemen amang masukkan lagu taridem2 yg sanagt rendah kwalitasnya itua9 hanya cocok dinyanyikan di lapo tuak ) dalam keadaan tenggen

    1. ya setuju, maksudnya mungkin mabok.
      teruslah buku logu .. tpi logu taridemidem ada loh, bedanya di syair; sama seperti pemaknaan nyanyiannya.

  8. Horas Amang..
    Tolong kasih tau dong bagaimana dan darimana saya bisa
    download musik buku ende untuk ponsel saya.

    Thanks

    1. Horas Amang…

      Kalau boleh tau siapa nama Amang Pendeta nya.Dan Huria HKBP
      Resort nya.
      Thanks ya Amang

      1. Saya Drs. Nurdin Doloksaribu Msi.. saya salah seorang tim pekerja yang membuat MBG…. tertarik dengan ungkapan pernyataan bapak Bakti J Situmorang…saya bertanya… Dimanakah tempat pendidikan khusus untuk melatih anak-anak kita/belajar mengiringi musik Ibadah ? di STT pun hal itu tidak dilakukan…. Kalau ditempat kami secara rutin melakukan kursus-kursus musik khusus lagu Gereja (BE dan KJ)….namun pesertanya tidak begitu banyak… Teori pendidikan juga mengakui… dalam proses pembelajaran musik … akan jauh lebih baik mendengar serta merasakan musik itu sendiri dari pada hanya melihat partitur…kan ? jadi MBG sangat bagus digunakan untuk mengembangkan kreatifitas anak-anak kita belajar musik gereja. Seorang Pdt HKBP pernah berkata pada saya sama seperti Bapak J Situmorang… MBG mematikan Kreatifitas… lebih baik anak-anak kita dididik supaya bisa main musik di Gereja… lalu saya tanya.. apakah anak Pdt ada yang dididik belajar musik gereja..? jawabnya.. anak-anak saya tidak berbakat… wah… dalam hati saya berkata.. apakah ada anak-anak yang lahir langsung punya bakat main musik ?… kok bicara mudah tapi anak sendiri pun tidak disuruh belajar musik ? bagaimana ini ? lalu saya minta pada beliau untuk mengirim anaknya saya didik musik… tetapi ada lagi alasannya.. anak saya sangat sibuk… (ini fakta amang J situmorang) berdasar penelitian kami … terlalu banyak gereja kita yang melakukan ibadah tanpa iringan alat/suara musik.. bahkan digereja yang terkenal banyak pemusiknya pun..kadang acara martumpol tidak ada iringan musik.. apalagi sermon parhalado..? partangiangan week … semua nyanyian tidak menggunakan musik …nah… disinilah amang peran Musik Box sangat penting… terimakasih pendapat amang … semoga kedepan semakin membangun dan menyemangati ya amang ? Horas.

        1. Horas.. horas horas.. Saya Pdt Bakti Situmorang di Rawalumbu. :P Saya tidak pernah mengatakan musicbox mematikan kreativitas anak-anak dan pemusik di gereja. Itu pendapat sebagian orang lain. (Harap dibaca postingan saya diatas!) :P Saya tidak memiliki musicbox karena belum punya cukup uang untuk membelinya. Sekarang masih pakai punya gereja maranatha, nanti kalau saya punya uang mudah2n saya beli.
          Mudah2n pemusik diberkati gereja untuk kemuliaan Tuhan.
          selamat Hari Minggu

          1. Horas amang, mau bertanya untuk musik boxnya saat ini bisa didapatkan dengan harga sadia ya amang. Dulu saya pernah ditawarkan parlaeon ketika 6jutaan yang mana lae itu jemaat di rawa lumbu.
            Mauliate amang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s