GEREJA KAMI BELUM MENJADI “OBAT”

Pada minggu tanggal 20 april 2008 lalu datanglah b. sitorus yang katanya bisa mengobati penyakit apa pun dengan pijat refleksinya. dia datang ke jorlang huluan dan ikut dalam ibadah di gereja hkbp jorlang huluan. pada awalnya saya tidak melihat ada hal yang luar biasa di dia, karena penampilannya biasa saja. kami semua bahkan terasa terhipnotis dengan sumbangannya sebesar rp. 50rb dalam warta gereja yang beritakan. sampai kami semua, warga dan pengerja gereja memberikan satu waktu khusus sesudah acara ibadah “ceramah” dan mempraktekkan obat apa yang dia bawa untuk orang yang sakit disini. dan benar saja, cerita punya cerita dia sudah berjalan dari gereja ke gereja menawarkan obatnya; katanya sudah dari hkbp sarimatondang (pdt conraad hutahaean) dan dari hkbp bah butong (pdt melkior manurung). dan istrinya adalah pegawai sebuah rumah sakit di balimbingan atau entah dimana, dan dia membuka praktek di pematangsiantar. dan kini dia menawarkan obat yang ramuannya tradisional, alami dan tanpa ada proses kimia. dan untuk itu dia memberikan bantuan meramunya, dan kini menjualnya rp. 25rb perbotol kecilnya. sdr. tahu apa yang terjadi, 30 kemudian ditambah 28 botol lagi ramuan itu, habis terjual. bahkan kurang. katanya, mungkin akan membawanya lagi; dan yang paling penting dia bisa mengurut setiap orang hingga pukul 18.00 wib.

Setiap orang harus mendaftar dan antri untuk diurut; dan itu pun tidak semua mendapat kesempatan itu. rp. 25rb mungkin bukan nilai yang kecil; atau katakanlahrelatif besar untuk penduduk di desa pamatang jorlang huluan ini yang notabene penduduknya mayoritas bertani. pendapatan petani mungkin untuk obat yang mereka sendiri belum tahu mungkin juga termasuk mahal. tapi yang saya lihat mereka memang mau dan mampu membeli obat itu, mungkin demi kesehatannya. setiap orang punya maag, katanya. gula, reumatik, dlsb tambahnya bisa disembuhkannya. dan memang dia berhasil membawa kurang lebih rp. 2juta uang masyarakat jorlang huluan. untuk daya beli ini mereka patut diacungi jempol, tapi untuk kesembuhan dan obat dari gereja belum tentu.

Pengerja gereja nyelutuk, ya memang daya belinya tinggi tapi pelean tetap saja seribu rupiah. memang kelihatannya gereja kami belum mampu menjadi obat yang mejanjikan kesembuhan, keamanan, dan kesehatan.

Untuk kabar baik yang seharusnya menjadi penyejuk jiwa, orang hanya berani membayar seribu rupiah. itu pun sudah menjadi beban. mungkin karena sakitnya sakit itu hingga orang menganggap rp 25rb adalah harga yang pantas untuk diberikan bagi kesehatan tubuh. memang mungkin berbeda kesehatan jiwa dan kesehatan badan. tapi paling sedikit ini menjadi gambaran bagi gereja (baca :  mungkin orang-orangnya; persekutuannya; pendetanya dll) kini; belum menjadi jawab untuk mereka. Kami masih terlalu rapuh menjadi penyembuh bagi kami sendiri. gereja belum dapat menawarkan obat yang bisa menyembuhkan penyakit apa saja. gereja belum mampu memberikan jawab dan menjadi solusi dalam permasalahan orang. bagaimana dengan gereja sdr. Sudah??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s