Perkembangan dan Perjalanan CUM di HKBP

Ekonomi Kerakyatan

Mengapa CUM selalu diperlukan dan apa yang dapat dilakukan oleh Gereja ??

Misalnya Perbankan Syariah.

UU Sukuk

UU yang mengatur kebijakan perbankan syariah. UU ini mengatur ttg penghapusan pajak ganda – 10% PPN – dan investasi murabahah yaitu bank syariah “menjual”barang kepada nasabahnya dan tidak diperbolehkan transaksi perbankan.

kompas, 9jan

Dengan laju pertumbuhan perekonomian yang kemungkinan tidak menentu menjadi satu peluang bagi CUM untuk berkiprah dalam dunia perekonomian mikro.

 

Kini HKBP memiliki kl. 15 CUM yang tersebar diseluruh distrik-distrik dengan asset kl. 2.5 Milyar. Dengan jumlah keanggotaan orang

Sudah sepantasnya CUM mendapat sokongan baik dari gereja secara institusi misalnya dengan kebijakan dari Kantor Pusat HKBP secara structural

Pada waktu yang akan datang HKBP mengeluarkan SK Mutasi seorang pelayan dengan berdasar pada kategori manajerial CUM.

 

Hingga kini pelatihan berkelanjutan masih kita harapkan dan kemungkinan besar gelombang ke-10 yang dimulai pada tanggal 11 Februari nanti akan menjadi gelombang terakhir dari masa pelayanan pelatihan Bapak Dr MP Ambarita di Sukamakmur.

Saya sendiri angkatan III 14 Februari- 20 Mei 2006.

Dengan NPL (Non Performing Loan) yang kita harapkan lebih dari 3% dari seluruh pinjaman maka CUM sebenarnya bisa lebih leluasa bergerak dalam sector perkreditan.

Pada waktu yang akan datang CUM tidak hanya bergerak memberi kredit juga kepada yang bukan suku dan beragama sama dengan kita.

Ide ini sebenarnya dapat kita lihat sebagai sebuah penerapan dari prinsip pelayanan gereja yang holistic

Di beberapa tempat kami harus akui ada kesulitan misalnya dengan keanggotaan yang majemuk ini dihantui oleh SK Bersama 2 Menteri istimewa lagi dengan pemberlakuan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama). Dengan SK Bersama 2 Menteri sebenarnya kita dipagari olehnya aturan kristenisasi, kita juga melihat penutupan gereja dan rumah ibadah di beberapa tempat baru-baru ini.

CUM tetap membutuhkan aliran dana segar

Kini banyak bergulir bantuan/ modal bergulir dari Departemen Koperasi dan UKM namun bagaimana kita melihat peluang darinya.

Sebaiknya kita mengumpulkan dana dari para anggota sehingga selain mengikat modal uang yang lebih penting darinya adalah modal sosial/ kebersamaan (Social Capital).

Dengan demikian apa yang saya kemukan disini adalah pentingnya memperhatikan kebutuhan masyarakat secara umum dan warga gereja secara khusus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s