Kolportase Vs Lumenium

Kolportase itu kan singkatan dari Kolaborasi Antara Kompor & Tas. Dulunya etalase penjualan buku di Jl Gereja ini bernama Hermon. Dan tanyalah orang-orang tua, bahwa bangunan yang milik Departemen Sending HKBP itu dulunya memang bernama Hermon, mirip bagian penjualan buku-buku Pelayanan PI HKBP dan juga sekaligus tempat pertemuan yang berhubungan dengan kegiatan PI tersebut.lumenium1.jpg
Namun kini di Jl Sudirman ada bangunan baru penjualan buku-buku rohani milik gereja Katolik. Kalau menurut saya sih lumenium itu lumayan-lah Oom!! Disitu ada berbagai buku dari segala disiplin ilmu dan memang rupanya bertujuan bukan hanya menjual buku-buku keluaran Kanisius. Lihat saja kolportase, apa yang ada disitu. Anda mencari FD Wellem, Kamus Sejarah Gereja, carilah itu di Kolportase. Cari tulisan Risnawaty Sinulingga, Kitab Amsal 1-9, pasti di lumenium ada. Cari ensiklopedi, a-z juga ada. Atau yang doyan buku-buku keluaran Gramedia dan terbitan yang ada gambaar kerbaunya Kompas, cari saja di lumenium. Jangan cari di kolportase. Sepertinya yang ada di kolportase itu SP Immanuel, itu pun edisi 2 bulan lalu (memang kelihatannya pencetakan SP Imm ini lebih sering terlambat—lagi pula Anda kan tahu sendiri isinya, kotbah evanggelium dan epistel yang ditulis generalisasi oleh orang yang itu-itu juga— Uh!!). Atau kalau ingin sekadar mencari Marturia yang sedang naik daun dan penulisnya menjilat ludahnya sendiri untuk menulis kembali kotbah-kotbah – tarhilala ma!! – carilah di kolportase. Tapi jangan cari yang agak sedikit ilmiah-lah. Disitu sepertinya cukup yang rohaniah; acara parmingguon dan pangompoion.
Satu lagi yang perlu, setiap toko buku mestinya kan dilengkapi dengan katalog. Dan minimal-lah catalog sederhana, yang ada tertulis dan setidaknya dikuasai oleh penjaganya. Kan ada tahu sendiri berapa ribu judul buku yang sudah pernah terbit, dan tidak akan mungkin diterbitkan lagi dan pasti tidak ada. Jangan, kita Tanya judul, jawabnya habis. Belum masuk, atau sedang dipesan. Kapan datangnya kita tidak tahu. Jangan-jangan lumenium lebih protestan kini – dalam hal literaturnya—di etalase bukunya.
Lihatlah, sayan sendiri harus berbelanja edisi Seri Selamat-nya Andar Ismail di lumenium; karena saya sudah pergi ke kolportase berulang-ulang dan tidak pernah ada, misalnya seri Selamat terakhir. Jangan-jangan nanti kita, orang HKBP harus belanja Impola Jamita dan Almanak HKBP di lumeniumnya RK Katolik pula.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s