Memberi Dengan Tepat Sehingga Sungguh Bermanfaat

Seorang buta berkunjung ke rumah kawannya pada malam hari. Saat ia akan pulang, kawannya berkata, “Kawan, bawalah lentera ini”. Tapi yang buta menjawab, “Buat apa aku membawa lentera?! Tokh, aku tidak bisa melihat; bagiku siang dan malam sama saja”. Tapi temannya itu berkata, “Baiklah, tapi kau membawanya supaya orang lain melihatmu di jalan dan tidak menabrakmu”. “Baiklah!”, kata si buta dan dia pulang membawa lentera ditangannya.
Saat ia berada di jalan, seseorang di depannya menabraknya juga. “Nah, sampeyan bagaimana ini?, berjalanlah di bagian jalanmu”. Orang buta itu menjwab, “Tapi bukankah kau melihat lenteraku?” Orang itu kemudian menjawab, “Kawan, maaf lenteramu telah padam”.

Radio Yay Lumens Jkt, 23 Okt 2007, Pkl 1050Am

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s