Logo Tahun Diakonia Di Kalender HKBP 2009

logodiakoniaAkhirnya logo Tahun Diakonia HKBP 2009 diluncurkan. Dibawah terang tema Lukas 6, 36 ” Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati”, sentral tahun diakonia adalah pelayanan yang holistik bersama dengan koinonia dan marturia menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Meski Almanak HKBP Tahun Diakonia tidak mencantumkan logo itu, tapi kalender 2009 HKBP memuat logo perayaan ini.

PADI paddy yang menjadi alas dan pengikat dari kesatuan tahun-tahun gereja ini melambangkan hidup menuju kesejahteraan dan kemakmuran. jamak disebut bahwa gereja hkbp juga harus berperan serta dalam dunia pertanian sebagai primadona mata pencaharian warganya dan masyarakat secara luas. daerah agraris masih menjadi wilayah dimana sebagian besar jemaat ini bertumbuh dan berkembang. kesejahteraan secara jasmani didapat dengan meningkatkan peran
gereja mendukung dan mendampingi warga yang menjadi petani, peternak, parenggerengge menjual hasil bumi dan usaha-usaha lainnya. misalnya, sekarang pengmasy hkbp sudah menyelenggarakan sekolah pertanian langsung praktek di tigadolok, sumatera timur. masa bertanam padi yang biasanya hanya 3 kali dalam dua tahun, dengan pupuk organik diharapkan sudah bisa menjadi 2 sampai tiga kali dalam setahun. Ini didukung dengan ditemukannya pembasmi hama padi
dan tanaman palawija lainnya.

Meski berkonotasi material, tulisan “SEJAHTERA MASYARAKAT, SEJAHTERA GEREJA”. Tulisan ini diilhami penyataan dalam Yeremia 29,7 “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”. Meski konteksnya adalah situasi pembuangan di Babel, namun Tuhan tetap menginginkan bangsa-Nya itu menjadi berkat bagi mereka yang diam di kota buangan itu. kota yang dipandang sebagai sumber bala, lambang kehilangan dan ketiadaan identitas sebagai tawanan, dan buangan sekarang menjadi satu cara Tuhan untuk menunjukkan kasih-Nya kepada umat itu. Kata “Sejahtera” sendiri berarti kemakmuran, kecukupan, tiada kekurangan dalam hidup secara jasmani. ia berarti pula kecukupan dan kesejahteraan sandang dan pangan, bahkan surplus dalam kehidupannya. Mapan secara ekonomi, kuat dalam permodalan, penghapusan hutang gambaran penghapusan pengangguran, pengembalian tanah kepada pemiliknya, dan pembebasan para budak; semunya untuk menggambarkan kehidupan dimana keadilan dan kesamaderajatan dijunjung tinggi. Kesejahteraan itu berarti pula
kesejahteraan yang tercapai karena terciptanya keamanan, kedamaian dan bahasa sekarang iklim yang kondusif dimana seseorang leluasa mengembangkan bakatnya, dimana dia tinggal dan berperan serta dalam setiap kehidupan masyarakat dan gereja. Dengan itu Sejahtera tidak saja berarti modal material,namun juga mencakup modal sosial yang besar, yaitu kedamaian (syaloom).

Lingkaran Bola Dunia, dengan lingkungan mendunia. Gereja HKBP terpanggil menjadi garam dan terang kepada dunia (Mat 5, 13-4). pelayanan gereja yang tradisional ternyata harus ditinggalan. dunia yang semakin mengglobal, ibarat dunia tanpa batas dan menjadi semacam small village.ini tampak dengan pesatnya perkembangan kemajuan industri dan TI dunia telekomunikasi. tidak bisa tidak, gereja harus menjawab tantangan dan kemajuan yang mondial ini. gereja tidak boleh berpuas diri lagi jika merasa sudah melayani warganya,
masyarakat sekitar dan wilayah tertentu. borderless world adalah dunia nyata yang ada didepan mata, dan dengan Tahun Diakonia gereja HKBP berpotensi untuk mewujudkannya, menjadi berkat bagi seluas dan sebanyak-banyaknya orang.

Cawan menunjukkan kerelaan hati gereja untuk melayani, sehingga mendapat kepenuhannya dalam Kristus. bahasa cum (credit union modif HKBP)-nya, menjadi berkat yang meluber bagi lingkungan dimana gereja itu berdiam. Cawan itu mesti terus diisi, dengan pendalaman dan keseriusan gereja dalam melayani, sehingga terjadi tricke effect down, lelehan dan luberan berkatnya memenuhi dunia. pelayanan ini mesti diisi dengan inovasi, transformasi dan gagasan-gagasan pencerahan pada dunia yang baru dan terus menerus berkembang. Cawan itu tidak boleh kosong, tapi mesti diisi dengan kebenaran Firman Allah dan Roh Kudus.
Cawan ini mungkin diilhami dari wejangan dari Amsal 3,9-10 “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya”.

Anak Domba Memikul Salib. inilah gambaran utuh tugas gereja dalam dunia. ia menjadi perpanjangan tangan Kristus sebagai yang datang untuk melayani, bukan untuk dilayani (Markus 10, 45).Kerelaan Kristus datang ke dunia ini dan menjadi korban persembahan menjadi tebusan bagi dosa seluruh umat manusia adalah tiruan yang harus terus menerus mengilhami pelayanan gereja dalam setiap aras, di desa, dikota di daerah rawan dlsb. Di tengah dunia yang terus menerus berubah, gereja harus tetap setia memikul salib setiap saat, setia memenuhi panggilannya (Markus 8, 34) dalam mewujudkan pelayanan yang holistik demi kemuliaan nama Tuhan.
Ibarat anak domba disuruh ke tengah-tengah kawanan serigala, demikian gereja mesti setia; saat baik dan tidak baik, didengar atau tidak gereja, warganya dan pelayannya harus tetap sedia dan bergegas menjawab suruhan Tuhan, Inilah aku, utuslah aku! (Lukas 10, 3).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s