BEBAN HIDUP

December 10, 2007

Ada seorang ibu tua yang sudah renta. ia tinggal di dekat hutan dan sudah menjanda. mencari ranting dan dahan2 kayu adalah pekerjaannya untuk dijual ke pasar. hasil penjualan kayu bakar itulah yang dipakainya sebagai biaya hidupnya. pekerjaan itu ditekuninya setiap hari. Apapu keadaannya, hujan dan terik matahari ia selalu pergi ke hutan dekat rumahnya mengumoulkan kayu bakar itu.
Seperti hari ini, ia sudah berjalan tertatih2 memundak membawa seikat kayu bakar yang cukup banyak. Karena banyaknya, ia sendiri tampak sangat kelelahan.
Tak lama, lewatlah seorang dengan mengendarai kereta gerobak pedati (yang ditarik lembu). Ia menjadi sangat kasihan, dan menghentikan gerobaknya. “Ibu mau ke pasar?” tanyanya. Si ibu mengangguk. “Naiklah, bu. Kebetulan saya juga mau ke pasar”. Lalu dengan susah payah ia naik, dan duduk diatas gerobak itu.
Setelah berjalan beberapa saat sipemilik gerobak heran melihat si ibu, “Letakkanlah kayu bakarnya bu, kenapa terus digendong”. “Akh, biarlah. cukuplah saya digerobak ini. Kayu ini biarlah tetap kubawa”. Si pemilik gerobak heran, biar sudah diatas gerobak si ibu tetap memundak bebannya, kayu bakar. Benar??
Orang batak menyebutnya sisangkui sahitna. Artinya ditahankan, ditaonhon.
Moral cerita ini mungkin paling sederhana berani melepaskan beban hidup dan menghempaskannya. Ada banyak orang tidak terlalu leluasa melepaskan penat, lelah dan letihnya hidup. Mereka lebih suka menggendong, memanggul dan mengangkat bebannya sendiri tanpa bantuan seseorang atau dari yang lain. Bahasa moralisnya, ada banyak orang dengan terlalu banyak beban, dan ke luar dari pintu gereja itu dengan beban tetap dipundak. Meeka adalah kristen pundak. Termasukkah saya? Dan Anda??**

Entry Filed under: lain-lain. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Almanak HKBP

Top Posts

Arsip Posting

Keep Readin`

Tamu Sekarang
Tentang Anda IP

RSS dermawanmu